Citi Indonesia ungkap peran di balik aksi pendanaan global Danantara

Jumat, 21 Agustus 2026

image

JAKARTA – Usai mengambil peran dalam aksi penerbitan obligasi global dan sindikasi pinjaman untuk PT Danantara Investment Management (DIM), Citi Indonesia membuka peluang untuk mendukung Danantara dalam aksi pendanaan global ke depannya.

Mengutip siaran resmi Perseroan yang diterima IDNFinancials, Kamis (20/8), Citi Indonesia berpartisipasi sebagai joint lead manager dan bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global Perdana DIM senilai US$1,5 miliar Juni lalu.

Selain itu, Citi Indonesia juga berperan sebagai mandated lead arranger untuk sindikasi pinjaman US$1 miliar untuk DIM, dengan tenor 3 tahun.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi juga mengaku bahwa penerbitan obligasi global perdana tersebut memiliki capaian yang memuaskan, dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed).

“Obligasi US$1,5 miliar kalau tidak salah oversubscribed. Artinya, permintaan US$4,4 miliar, yang di-print itu US$1,5 miliar—US$750 juta untuk tenor 5 tahun, US$750 juta untuk 10 tahun,” jelas Batara saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/8).

Selain itu, Batara juga menyoroti basis investor yang tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, melainkan terdiversifikasi di Asia dan Amerika Serikat.

“Kalau kita melihat dua itu, saya rasa kami sangat optimistis bahwa ke depan, para investor masih terus berminat terhadap Indonesia dan Danantara,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan Danantara untuk mempercayakan Citi Indonesia didasarkan pada identitas bank global yang kuat pada Citi Indonesia, yang merupakan lengan bisnis Citigroup asal AS.

“Kami bank global, tentu kami memiliki basis investor di seluruh dunia … inilah ciri khas yang membedakan bank global dengan bank regional dan bank lokal, yang memiliki kekuatan dan diferensiasinya masing-masing,” tegasnya.

Citi Indonesia meyakini bahwa dengan jaringan luas yang dimilikinya, bank berpeluang menjadi salah satu partisipan dalam inisiatif global Danantara di masa depan.

“Mengenai perjanjian ke depannya [dengan Danantara], biasanya ada RFP-nya (Request for Proposal). Biasanya, penekanan daripada global banks yang ingin berpartisipasi adalah jaringannya. We have a network, Citi ada di 90 negara,” pungkas Batara.

Sebagai catatan, selain menjadi mitra pendanaan global DIM, sepanjang semester I 2026, Citi Indonesia juga mengambil peran joint lead manager dan bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global US$1,5 miliar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta exclusive financial advisor PT Indosat Tbk (ISAT) dalam aksi divestasi bisnis infrastruktur serat optiknya.

IDNFinancials sebelumnya melaporkan bahwa Citi Indonesia masih memiliki pipeline kredit Rp5 triliun di paruh kedua 2026, yang didominasi oleh korporasi dalam negeri.

“Kebanyakan itu di local corporate, itu mungkin sekitar 60% dari pipeline tersebut, kemudian multinational business, commercial bank, dan ada juga opportunity di trade loan mungkin sekitar Rp1 triliun,” ungkap Batara.

Hingga akhir semester I 2026, kredit Citi Indonesia tercatat naik 8,05% secara tahunan menyentuh Rp29,9 triliun, membaik dari penurunan tipis kredit 2,21% per kuartal I 2026.

Bank ini juga telah merevisi target pertumbuhan kredit dan DPK menjadi high single-digit hingga akhir tahun buku 2026. (ZH)