Minat investor asing pada obligasi AS merosot 40%

Jumat, 21 Agustus 2026

image

ORLANDO — Minat investor swasta asing terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai melemah.

Kondisi tersebut dapat memperburuk tekanan di pasar obligasi AS ketika imbal hasil tenor panjang mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Dikutip dari Reuters, data Treasury International Capital (TIC) menunjukkan bahwa pembelian bersih surat utang AS oleh investor swasta asing turun menjadi US$16,6 miliar pada Juni. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Januari.

Data satu bulan belum cukup untuk menunjukkan perubahan tren.

Namun, pembelian bersih surat utang AS oleh investor swasta asing turun lebih dari 40% dalam 12 bulan hingga Juni.

Nilainya mencapai US$329 miliar, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut mengindikasikan pelemahan permintaan yang lebih berkelanjutan.

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan penjualan bersih surat utang AS oleh sektor resmi asing.

Penjualan bersih sektor tersebut mencapai hampir US$10 miliar pada Juni.

Penjualan oleh sektor resmi memang melambat dalam setahun terakhir.

Bank sentral dan pengelola cadangan devisa menjual bersih US$35 miliar surat utang AS hingga Juni.

Angka tersebut turun dari US$91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penjualan berpotensi untuk kembali meningkat.

Sejumlah bank sentral kembali meningkatkan minat terhadap emas.

Jepang juga melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang mata uangnya.

Data kepemilikan surat utang AS oleh investor asing di Federal Reserve Bank of New York menunjukkan potensi peningkatan penjualan.

Nilai surat utang yang dititipkan kini turun ke level terendah dalam 14 tahun.

Nilainya mencapai sekitar US$2,6 triliun.

Tren tersebut diperkirakan belum akan berbalik dalam waktu dekat.

Analis JPMorgan memangkas proyeksi pembelian surat utang AS oleh investor asing tahun ini.

Proyeksi tersebut turun menjadi US$450 miliar dari sebelumnya US$500 miliar.

Pembelian bersih dari investor asing baru mencapai US$178 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Kondisi tersebut membuat proyeksi JPMorgan menghadapi risiko penurunan.

Analis menilai pelemahan permintaan disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah keraguan terhadap komitmen Federal Reserve untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS juga menjadi salah satu faktor.

Imbal hasil obligasi di sejumlah negara maju juga mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.

Kondisi tersebut membuat investor asing lebih tertarik menempatkan dananya di negara sendiri.

Apa pun penyebabnya, tren tersebut menjadi perhatian pemerintah AS.

Pemerintah menghadapi risiko kenaikan biaya pinjaman di tengah rasio utang sekitar 120% terhadap produk domestik bruto.

Tekanan Utang

Analisis arus investasi TIC biasanya berfokus pada permintaan terhadap surat berharga jangka panjang.

Namun, tekanan juga mulai terlihat pada surat utang berjangka sangat pendek.

Data TIC menunjukkan bahwa investor swasta asing hanya membeli US$6,6 miliar surat utang AS dengan jatuh tempo maksimal satu tahun dari bulan Juni.

Surat utang tersebut dikenal sebagai T-bills.

Total pembelian T-bills dalam 12 bulan hingga Juni mencapai US$48 miliar.

Angka tersebut turun 64% dibandingkan periode Juni 2024 hingga Juni 2025.

Bank sentral asing juga memangkas kepemilikan T-bills sebesar US$35,6 miliar pada Juni.

Penurunan tersebut terjadi setelah pengurangan rekor sebesar US$61 miliar pada Mei.

Dalam 12 bulan hingga Juni, sektor resmi asing mencatat penjualan bersih T-bills sebesar US$42 miliar.

Pada periode yang sama di setahun sebelumnya, sektor tersebut mencatat pembelian bersih US$134 miliar.

Penjualan tersebut menurunkan kepemilikan asing atas seluruh T-bills menjadi 5,4%.

Menurut JPMorgan, angka tersebut merupakan yang terendah sejak Desember 2024.

Tren tersebut menjadi perhatian pemerintah AS.

Treasury kini semakin mengandalkan penerbitan T-bills untuk membiayai utang pemerintah yang terus membengkak.

Treasury kini menerbitkan kembali lebih dari US$500 miliar surat utang setiap pekan.

Pelemahan permintaan dari investor asing dapat memberikan tekanan naik pada imbal hasil T-bills.

Namun, pelemahan minat terhadap surat utang AS tidak terjadi pada aset lainnya.

Investor asing justru menunjukkan minat yang sangat kuat terhadap saham AS.

Investor swasta asing mencatat pembelian saham AS sebesar US$144,7 miliar pada Juni.

Angka tersebut mencatat rekor bulanan selama 12 bulan terakhir.

Pembelian bersih dalam setahun terakhir hingga Juni mencapai US$805 miliar.

Angka tersebut meningkat 26% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Bank sentral asing juga membeli saham AS senilai US$36,7 miliar pada Juni.

Total pembelian bersih selama 12 bulan mencapai US$114,3 miliar.

Angka tersebut melonjak dibandingkan pembelian bersih US$1,7 miliar pada 12 bulan sebelumnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS pada akhirnya dapat membuat surat utang tersebut lebih menarik bagi investor asing. Namun, pelemahan permintaan asing belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan segera berakhir.

Sebaliknya, kondisi tersebut justru terlihat akan semakin memburuk. (ARF)