Laba industri China anjlok 13,1%, rekor terburuk dalam 14 bulan
Minggu, 28 Desember 2025

JAKARTA – Keuntungan perusahaan industri di China merosot tajam pada November, mencatat penurunan tercepat dalam lebih dari setahun terakhir.
Pelemahan permintaan domestik yang persisten menjadi faktor utama yang menggerus margin, menutupi kinerja ekspor yang sebenarnya cukup tangguh.
Dikutip dari reuters.com (27/12), data Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan laba industri anjlok 13,1% secara year-on-year (yoy) pada November, memburuk dibandingkan kontraksi 5,5% pada Oktober.
Ini menandai penurunan terbesar dalam 14 bulan. Sepanjang periode Januari–November, akumulasi laba hanya tumbuh tipis 0,1%, tertekan oleh anjloknya laba industri pertambangan dan pencucian batu bara sebesar 47,3%.
Meski demikian, sektor otomotif dan manufaktur teknologi tinggi menjadi titik terang di tengah perlambatan ini. Laba industri otomotif tercatat naik 7,5%, sementara manufaktur teknologi tinggi tumbuh 10,0%.
Kepala Statistik NBS, Yu Weining, menyatakan bahwa pemulihan profitabilitas masih memerlukan pijakan yang lebih kuat di tengah transisi industri dari penggerak pertumbuhan lama ke baru.
Di sisi lain, lembaga think tank Rhodium Group memperkirakan ekonomi China hanya tumbuh dikisaran 2,5% hingga 3% pada 2025, jauh di bawah angka implisit data resmi, akibat jatuhnya investasi aset tetap pada semester kedua. (SF)