Elon Musk peringatkan dampak pembatasan ekspor perak oleh China

Senin, 29 Desember 2025

image

JAKARTA - Harga perak melonjak seiring rencana China memberlakukan pembatasan ekspor logam tersebut mulai 1 Januari 2026.

Kebijakan baru China ini mewajibkan perusahaan domestik memperoleh izin pemerintah untuk mengekspor perak, sebuah langkah yang dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Dikutip finance.yahoo.com, Elon Musk turut menyoroti rencana China untuk membatasi ekspor perak, dengan menyoroti potensi dampaknya terhadap berbagai proses industri.

Pada Sabtu (27/12), Musk menanggapi sebuah unggahan di platform X oleh Jesse Peltan, yang membagikan kiriman dari Bull Theory.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa China berencana memberlakukan pembatasan ekspor perak mulai 1 Januari 2026, dengan mewajibkan perusahaan memperoleh lisensi dari pemerintah.

Peltan menilai perkembangan ini sebagai sesuatu yang lebih besar dampaknya daripada yang terlihat.

“Ini tidak baik. Perak dibutuhkan dalam banyak proses industri,” tulis Musk sebagai respons terhadap unggahan tersebut.

Pembatasan ekspor perak yang disorot Musk merujuk pada rencana kebijakan pemerintah China untuk menerapkan sistem lisensi ekspor bagi komoditas perak mulai 2026.

Aturan ini dilaporkan akan dikeluarkan oleh otoritas perdagangan China sebagai bagian dari penguatan kontrol atas ekspor mineral strategis, yang secara praktis berpotensi memangkas pasokan perak ke pasar global.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai langkah tersebut sejalan dengan strategi Beijing untuk memperkuat kendali atas komoditas strategis sebagai alat tawar dalam konflik dagang, di saat Washington dan sekutunya terus memperketat pembatasan teknologi dan tarif terhadap produk-produk China.

Perak memainkan peran penting dalam berbagai sektor, termasuk elektronik, medis, dan energi terbarukan. Konduktivitas listrik dan panasnya yang tinggi, serta stabilitas kimianya, menjadikannya sumber daya yang sangat penting.

Keputusan China untuk membatasi ekspor perak berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu lonjakan harga perak akibat kemungkinan kekurangan pasokan di tingkat global. Kondisi ini dapat meningkatkan biaya produksi di berbagai industri dan pada akhirnya berdampak pada perekonomian global.

Unggahan Musk tersebut menegaskan seriusnya situasi ini, sekaligus menarik perhatian pada potensi konsekuensi dari kebijakan pembatasan ekspor perak yang akan diberlakukan China.

Seperti diketahui,  perak melonjak 9% hingga menyentuh rekor tertinggi pada hari Jumat (26/12) pekan lalu. Logam putih tersebut, seperti dikutip Reuters, mencapai rekor tertinggi di level US$78,53 per troi ons. Logam mulia lainnya juga menguat pada hari Jumat, dengan emas spot mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per troi ons, sementara platinum menyentuh rekor US$2.454,12 per troi ons setelah melonjak 10%.

Palladium spot mencatat kenaikan lebih dari 14% pada hari Jumat, dan terakhir diperdagangkan di US$1.924,03 per ons.

Sebelumnya, Robert Kiyosaki, penulis buku "Rich Dad Poor Dad" telah meramalkan bahwa akan terjadi kehancuran finansial besar, dan hanya beberapa komoditas, termasuk perak, yang kemungkinan harganya akan melonjak.(DH)