CEO BofA: Pasar akan menghukum jika The Fed tak independen

Senin, 29 Desember 2025

image

JAKARTA - CEO dan Chairman Bank of America ((BofA), Brian Moynihan, menegaskan pentingnya menjaga independensi Federal Reserve di tengah proses pencarian ketua baru bank sentral Amerika Serikat oleh Presiden Donald Trump.

Menurut dia, pasar keuangan akan bereaksi keras jika independensi The Fed terganggu.

“Pasar akan menghukum orang jika kita tidak memiliki The Fed yang independen,” kata Moynihan dalam wawancara di program “Face the Nation with Margaret Brennan." yang direkam pada 17 Desember 2025 dan ditayangkan Minggu (28/12), dikutip cbsnews.com.

The Fed, sebagai bank sentral AS, memiliki kewenangan menetapkan suku bunga acuan. Pada pertemuan Desember, The Fed memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara beruntun, menurunkan suku bunga dana federal ke kisaran 3,5%–3,75%, level terendah sejak November 2022.

Suku bunga sebelumnya sempat mendekati nol selama pandemi COVID-19, sebelum kembali dinaikkan sejak 2022 guna menekan inflasi. Pemangkasan terakhir menandai fase pelonggaran kebijakan moneter setelah periode pengetatan agresif.

Sepanjang tahun ini, Presiden Trump berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026. Meski ketua The Fed diangkat presiden dan disetujui Senat, lembaga tersebut bersifat independen dan secara hukum hanya dapat memberhentikan ketua “untuk alasan.”

Mahkamah Agung AS pada 1935 menegaskan Kongres berhak membatasi alasan presiden untuk memberhentikan pejabat lembaga independen. Bahkan dalam putusan terbaru Mei lalu, pengadilan mengizinkan pemecatan anggota dewan ketenagakerjaan federal, namun mengecualikan The Fed yang disebut sebagai “entitas semi-pribadi yang memiliki struktur unik.”

Moynihan mengatakan Trump memiliki “kandidat yang hebat” untuk menggantikan Powell, namun ia mengingatkan bahwa perhatian publik terhadap The Fed saat ini terlalu berlebihan. Menurutnya, ekonomi AS digerakkan oleh sektor swasta, bukan semata-mata oleh perubahan suku bunga kecil.

“Gagasan bahwa kita, seperti, bergantung pada seutas benang karena The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menurut saya kita sudah kehilangan keseimbangan,” ujarnya. Ia menambahkan, meski The Fed berperan besar dalam menstabilkan ekonomi, “Sejujurnya, Anda seharusnya tidak perlu tahu mereka ada.”(DH)