Strategy balik untung US$1,4 miliar, saham MSTR sentuh US$120
Sabtu, 22 Agustus 2026
JAKARTA – Strategy kembali mencatat laba belum terealisasi sekitar US$1,4 miliar atas kepemilikan bitcoinnya.
Nilai itu setara 2,4% dari basis biaya perolehan aset tersebut.
Dikutip dari CoinDesk, perusahaan menguasai 840.447 BTC dengan harga rata-rata US$75.385 per keping.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$77.000 pada Jumat (21/8).
Aset kripto itu menguat hampir 22% dalam lima sesi berturut-turut.
Saham Strategy (MSTR) ikut terangkat oleh reli tersebut.
Seperti dilaporkan The Block, MSTR naik 7,5% melampaui US$120 pada perdagangan awal Jumat.
Level itu merupakan yang tertinggi dalam dua bulan terakhir.
Sahamnya kemudian ditutup di US$119,84 atau naik 6,63%.
Sepanjang lima sesi terakhir, MSTR menguat sekitar 27%, melampaui kenaikan bitcoin.
Bitcoin bahkan sempat menyentuh US$79.400 pada sesi yang sama.
Posisi ini merupakan pembalikan tajam dari kondisi pada Juli lalu.
Ketika itu, kerugian belum terealisasi perusahaan mencapai sekitar US$13 miliar.
Angka tersebut setara 20,4% dari total basis biaya pembelian bitcoin Strategy.
Harga bitcoin sempat anjlok sekitar 54% dari rekor Oktober di US$126.000.
Sepanjang periode harga rendah itu, Strategy melepas sekitar 6.916 BTC.
Fokus manajemen kini tertuju pada pemulihan saham preferen STRC ke nilai par US$100.
Nama resmi instrumen itu adalah Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock.
STRC mendanai sebagian besar pembelian bitcoin perusahaan sepanjang 2026.
Harganya sempat jatuh di bawah US$70 dalam aksi jual beberapa bulan terakhir.
Penurunan itu memicu kekhawatiran kas perusahaan tidak cukup melayani dividen sekitar 11,5% per tahun.
Instrumen ini dirancang untuk bertahan di dekat US$100 melalui penyesuaian tingkat dividen bulanan.
Pada Jumat, harganya menembus US$96 untuk pertama kali sejak Juni.
CoinDesk mencatat STRC diperdagangkan di US$95,62, naik sekitar 35% dari titik terendah Juni.
Strategy membeli kembali sekitar US$347 juta STRC dalam empat pekan terakhir.
Jumlah itu setara lebih dari sepertiga otorisasi pembelian kembali senilai US$1 miliar.
Laju pembeliannya tercatat meningkat pada setiap pekan.
Pembelian dijalankan melalui Digital Credit Securities Repurchase Program milik perusahaan.
Dananya berasal dari penjualan saham biasa, bukan dari pelepasan bitcoin.
Antara 10 dan 16 Agustus, perusahaan menjual saham MSTR senilai US$333,7 juta.
Sebanyak 3,46 juta lembar saham dilepas pada periode tersebut.
Dari hasil penjualan itu, US$52,4 juta dialokasikan untuk pembayaran dividen STRC.
Sebanyak US$132,2 juta lainnya digunakan untuk membeli kembali STRC.
Cadangan dolar perusahaan naik menjadi US$4,8 miliar.
Jumlah tersebut menutup kewajiban dividen dan lainnya selama 2,8 tahun ke depan.
Selama sepekan itu, Strategy tidak membeli maupun menjual satu keping bitcoin pun.
Seperti dikutip Benzinga, perusahaan sudah tidak membeli bitcoin selama tujuh pekan berturut-turut.
Chief Executive Officer Strategy, Phong Le, menyebut STRC harus pulih lebih dulu.
Pemulihan itu ditargetkan mencapai kisaran US$99 hingga US$100.
Akuisisi bitcoin baru dapat dilanjutkan setelah ambang tersebut tercapai.
Reli ini memulihkan bantalan modal Strategy, tetapi belum menghidupkan mesin akumulasinya.
Rasio mNAV perusahaan belakangan bergerak di kisaran satu kali.
Model Michael Saylor selama ini bertumpu pada premi tebal atas nilai aset.
Perusahaan menerbitkan saham berharga mahal, lalu memakai dananya untuk membeli bitcoin.
Tanpa premi tersebut, penerbitan saham baru berisiko mendilusi pemegang saham lama.
Risiko harga pun belum sepenuhnya hilang.
Di pasar prediksi Kalshi, pedagang memberi peluang 38% bitcoin turun di bawah US$55.000.
Rentang waktunya sampai akhir tahun ini.
Namun, angka itu sudah turun 21 poin persentase sepanjang reli berlangsung.
Pada level US$55.000, kepemilikan Strategy akan bernilai sekitar US$46,2 miliar.
Posisi tersebut berada sekitar US$17,1 miliar di bawah biaya perolehannya.
Pemulihan juga menyentuh instrumen kredit digital di luar Strategy.
SATA milik Strive Asset Management kembali ke nilai par US$100 pada Kamis.
Saham preferen itu sempat jatuh di bawah US$84 pada akhir Juni.
Itu pertama kalinya SATA menyentuh par dalam dua bulan terakhir.
Tantangan berikutnya justru datang dari sisi indeks saham global.
TD Cowen menentang usulan metodologi MSCI yang berpotensi mengeluarkan Strategy dari indeks ACWI IMI.
Perusahaan riset itu berargumen bahwa emiten semacam Strategy menjalankan bisnis aktif, bukan wadah aset pasif.
Michael Saylor sendiri belakangan mengimbau investor untuk memegang bitcoin lebih dari empat tahun.