Stablecoin danai 70% belanja kartu kripto US$1,04 miliar
Senin, 24 Agustus 2026
JAKARTA – Belanja melalui kartu kripto menembus US$1,04 miliar sepanjang Juli, atau naik lebih dari tiga kali lipat setahun.
Dikutip dari CoinDesk, stablecoin berdenominasi dolar mendanai 70% dari lebih dari 10 juta transaksi tersebut.
Datanya berasal dari penyedia pemantau Paymentscan, yang dikutip perusahaan modal ventura a16z.
Nilai rata-rata setiap pembayaran naik menjadi sekitar US$86 dari US$59 setahun sebelumnya.
Kenaikan itu menandakan pergeseran ke belanja konsumen rutin, bukan lagi penukaran kripto berskala besar.
Volume bulanan pada Juli 2025 masih tercatat US$306 juta.
USDC menyumbang 50,8% volume Juli dan USDT 20,3%.
Setahun sebelumnya, porsi keduanya sekitar 48% dan 7%.
Pergeseran itu juga menyingkirkan stablecoin berbasis euro dari peta.
EURe sempat menguasai 88% belanja kartu terpantau pada awal 2024.
Porsinya kini tinggal di bawah 2%.
Kartu kripto memungkinkan pengguna membelanjakan stablecoin lewat jaringan pembayaran yang sudah ada.
Pedagang tidak perlu menerima aset kripto secara langsung.
Saldo dikonversi saat pembayaran sehingga pedagang menerimanya dalam mata uang setempat.
Stablecoin dengan demikian tidak menggantikan Visa atau Mastercard di kasir.
Perannya lebih sebagai sumber dana baru bagi kartu yang berjalan di jaringan tersebut.
Visa menyatakan pada Juni memiliki lebih dari 160 program kartu terkait stablecoin.
Program itu sudah berjalan atau masih dalam pengembangan di berbagai negara.
Meski begitu, data ini menyimpan catatan penting yang membatasi tafsirnya.
Pasar yang terpantau masih sangat terkonsentrasi pada segelintir pemain.
RedotPay menyumbang US$395,1 juta dari volume Juli.
EtherFi menyusul dengan US$100,3 juta dan KAST US$89,6 juta.
Ketiganya menguasai sekitar 77% dari total yang terpantau.
Angka RedotPay sendiri dilaporkan penerbitnya, bukan hasil pengamatan langsung di rantai blok.
Artinya, sekitar 38% dari total belanja bersandar pada laporan mandiri satu perusahaan.
Ether.fi menegaskan angkanya mencerminkan volume pembelian, di luar sekitar US$30 juta transfer fiat.
Setahun lalu volume pembeliannya masih di bawah US$10 juta, dua bulan setelah produk diluncurkan.
RedotPay menyebut basis pelanggannya bertambah lebih dari 33% menjadi lebih dari 8 juta.
Pertambahan itu terjadi dalam enam bulan terakhir.
Ada pula perbedaan angka antara laporan CoinDesk dan sumber datanya.
Seperti dilaporkan a16z crypto pada 7 Agustus, volume Juli tercatat US$759 juta.
Jumlah pembeliannya disebut hampir 9 juta, dengan USDC 58% dan USDT 26%.
Perbedaan itu diduga berasal dari pembaruan data yang masuk belakangan.
Nilai rata-rata US$86 per transaksi tetap sama pada kedua laporan.
Data Agustus sendiri belum lengkap hingga artikel ini disusun.
Bukti pergeseran ke belanja harian datang dari apa yang dibeli pengguna.
Oobit menyebut pengguna aktifnya di Brasil membelanjakan sekitar US$400 lewat 20 transaksi per bulan.
Toko bahan makanan menyumbang 35% aktivitas kawasan yang dilaporkannya.
Di Argentina, 72% pembayaran Oobit memakai USDT dan makanan mencakup 41% transaksi.
Binance mencatat rata-rata pengguna kartunya di Brasil naik 53% sejak kuartal peluncuran.
Rata-rata volumenya pada periode yang sama bertambah 80%.
Penggunaan terbesarnya mencakup transportasi daring, pesan antar makanan, dan langganan digital.
Kraken melaporkan pembayaran mingguan pada Krak Card lebih dari dua kali lipat.
Angkanya kini 8,3 pembayaran per pengguna dalam setahun terakhir.
Pembelian ritel dan toko menyumbang 59,3% dari total belanjanya.
Pertumbuhannya pun tidak merata di seluruh industri.
StraitsX mencatat nilai transaksi bruto naik sekitar 600% di pasar berpendapatan lebih rendah.
Periodenya antara Maret 2025 dan Februari 2026.
Pada pasar berpendapatan lebih tinggi, kenaikannya hanya 150%.
Makanan dan ritel menjadi kategori belanja terbesarnya.
"Yang paling mencolok adalah betapa biasanya belanja itu sekarang," kata Tianwei Liu dari StraitsX.
Coinbase justru menunjukkan pola yang berbeda dari tesis tersebut.
Hanya sekitar 16% dari volume transaksi kartu kredit dan debitnya melibatkan USDC.
Pemegang kartu Coinbase One membelanjakan sekitar US$3.000 per bulan.
Angka itu mencakup dana dari USDC, aset kripto lain, dan transfer bank.
Di sisi lain, USDC yang tersimpan di seluruh produk Coinbase mencapai US$20 miliar.
Jumlahnya naik 44% dalam setahun terakhir.
Perbandingan itu menunjukkan nasabah masih lebih banyak menyimpan USDC ketimbang membelanjakannya.
Dominasi stablecoin berlaku pada kartu yang dirancang untuk pengguna kripto.
Pada platform arus utama, stablecoin belum menjadi sumber dana utama.
Pemantauan Paymentscan sendiri baru dimulai pada Oktober 2023.
Ketika itu volume bulanannya masih di bawah US$1 juta.