ETF Bitcoin serap US$1,92 miliar, arus keluar tahunan belum tertutup

Selasa, 25 Agustus 2026

image

JAKARTA – Dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat menyerap US$1,92 miliar pekan lalu.

Seperti dilaporkan Free Malaysia Today yang mengutip Bloomberg, nilainya terbesar sejak awal Oktober tahun lalu.

Tiga belas produk yang tercatat di AS menyumbang keseluruhan angka tersebut.

Serapan harian terbesarnya terjadi pada 20 Agustus, yaitu US$606,3 juta.

Angka itu menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.

iShares Bitcoin Trust milik BlackRock menyumbang US$1,3 miliar dari total sepekan.

Porsinya setara sekitar dua pertiga seluruh arus masuk.

Bitcoin menguat sekitar 23% pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun.

Aliran dana itu berlanjut pada awal pekan ini.

Dikutip dari CoinDesk, ETF spot Bitcoin menyerap US$337,56 juta pada 24 Agustus.

Datanya bersumber dari penyedia SoSoValue.

Serapan tersebut menandai hari keenam berturut-turut dengan arus masuk bersih.

Akumulasi selama rangkaian itu mencapai US$2,26 miliar.

Total nilai aset ETF Bitcoin naik menjadi US$98,56 miliar.

Sepekan sebelumnya angkanya masih US$78,67 miliar.

Kenaikan itu mencerminkan gabungan arus masuk dan penguatan harga.

Namun, gambaran tahunannya jauh berbeda dari gambaran mingguan.

Sepanjang 2026, dana yang keluar bersih dari produk ini masih sekitar US$2,9 miliar.

Serapan pekan lalu belum menutup arus keluar yang menumpuk sejak awal tahun.

Aliran dana ini menjawab pertanyaan utama di balik reli.

Kenaikan harga bermula dari tekanan tutup posisi para pemain yang bertaruh turun.

Pemicu awalnya adalah rencana Amerika Serikat untuk memperbesar pembelian kembali obligasi bertenor panjang.

Pada 19 Agustus, batas operasi likuiditas dinaikkan dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar.

Pembelian paksa oleh pemegang posisi short mempercepat kenaikan pada tahap awal.

Mekanisme itu dapat menghasilkan lonjakan cepat, tetapi belum tentu menopang harga.

Arus masuk ETF menjadi penanda permintaan yang lebih tahan lama.

Chief Investment Officer Sygnum Bank, Fabian Dori, menilai penguatan pekan ini bersumber dari permintaan spot.

Menurutnya, aliran dana alokator lewat ETF lebih berkelanjutan ketimbang posisi berjangka yang padat.

Harga Bitcoin sendiri sudah melampaui US$80.000 pada Selasa.

Level itu menjadi yang pertama sejak pertengahan Mei.

Puncak intraday-nya tercatat US$81.160 menurut data CoinGecko.

Kenaikan tujuh harinya mencapai sekitar 25,8%.

Seperti dikutip crypto.news, aset itu sudah pulih sekitar 38% dari titik terendah 1 Juli.

Level terendah tersebut berada di kisaran US$57.700.

Kenaikan ini menambah sekitar US$350 miliar pada kapitalisasi pasarnya.

Pemulihannya praktis menghapus kerugian yang menumpuk sejak Mei.

Meski begitu, harga kini memasuki area yang sebelumnya menarik banyak aksi jual.

Sejumlah indikator juga menunjukkan pasar sudah terlalu panas.

Money Flow Index tercatat di 77,22, menandakan permintaan kuat sekaligus momentum yang meregang.

Indeks sentimen berada di level Extreme Greed dengan skor 83.

Analis pun belum menyebut fase ini sebagai awal siklus bull baru.

Min Jung dari Presto Research menilai kenaikan ini bersifat menyusul ketertinggalan.

Bitcoin sebelumnya memang tertinggal dibandingkan aset berisiko lainnya.

Senior sales trader QCP Group, Jayke Kyndrede, menyebut pasar tampak meregang tetapi masih tertopang.

Menurutnya, konsolidasi atau koreksi setelah pergerakan secepat ini tidak mengejutkan.

Waktu dan kedalamannya tetap sulit diperkirakan selama permintaan masih kuat.

Faktor risiko lain mencakup likuiditas yang ketat dan inflasi yang bertahan tinggi.

Ketidakpastian geopolitik juga masih membayangi pasar keuangan global.

Uji sesungguhnya terletak pada arus masuk pekan ini.

Catatan datar atau negatif akan menguji ketahanan tesis permintaan institusional.

Sebaliknya, satu hari lagi dengan laju serupa akan memperkuatnya.

Aktivitas penerbitan produk juga terus berlanjut di luar Bitcoin.

Grayscale memulai perdagangan ETF Zcash di NYSE Arca pada Selasa.

Produk itu memakai kode ZCSH di papan perdagangan elektronik tersebut.

Ini menjadi produk bursa spot pertama di dunia yang menawarkan akses ke ZEC.

Investor dapat memilikinya lewat rekening efek tanpa menyimpan asetnya secara langsung.

Grayscale pertama kali mengajukan konversi Zcash Trust menjadi ETF spot pada November 2025.

Pengajuan itu menyusul kenaikan harga ZEC sekitar 1.000% sepanjang tahun tersebut.

Harga Bitcoin terakhir kembali turun ke bawah US$80.000.

Posisinya masih lebih tinggi satu persen dibandingkan 24 jam sebelumnya.