PTRO selesaikan 7,2 juta BCM overburden di proyek batubara SINI

Senin, 29 Desember 2025

image

JAKARTA - PT Petrosea Tbk (PTRO) atau biasa disebut Petrosea, mengumumkan perkembangan terkini pada lini bisnis jasa pertambangan, khususnya dalam pelaksanaan kontrak dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, Senin (29/12), proyek yang dimulai sejak 13 Agustus 2024 berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mencatat realisasi pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) lebih dari 7,2 juta BCM hingga saat ini.

Kontrak tersebut berlangsung sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai mencapai Rp17,4 triliun. Lingkup pekerjaan mencakup pengupasan dan pemindahan overburden sekitar 234,9 juta BCM serta produksi batubara sekitar 26 juta ton.

Petrosea menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan mendukung kinerja optimal seluruh proyek grup, termasuk anak usaha pertambangan lain milik SINI, seiring dengan rencana akuisisi SINI oleh grup Petrindo.

Setelah menjadi pemegang saham pengendali SINI, Petrindo diproyeksikan memiliki sejumlah konsesi tambang batubara dengan total 378 juta ton cadangan thermal dan metallurgical coal, menjadikannya salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia.

Dalam rangka mendukung proyek tersebut, anak usaha yang dimiliki 51% oleh Petrosea dan 49% oleh PBP, yaitu PT Lintas Kelola Bersama (LKB), tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road) sepanjang 29,6 kilometer terbagi ke dalam enam segmen. Pekerjaan konstruksi jalan tersebut dilaksanakan oleh Petrosea.

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyatakan, “Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur secara berkelanjutan,”

Ke depannya, sambung Michael, setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, akan dijalankan secara prudent dan sesuai regulasi.”

Sebagai perusahaan multidisiplin dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, Petrosea menawarkan layanan terpadu dari hulu hingga hilir, termasuk EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, serta logistik untuk industri pertambangan dan minyak & gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Pada perdagangan saham sesi dua hari ini, Senin (29/12), hingga pukul 14.00 WIB, harga saham PTRO naik 3,59% ke level Rp10.825 per lembar. Namun, dalam lima hari terakhir, saham PTRO terkoreksi 0,69% dan naik 7,89% dalam sebulan. (DK)