Prediksi Bitcoin di akhir tahun, US$100.000 berpotensi terlalu rendah
Rabu, 26 Agustus 2026
JAKARTA – Standard Chartered menilai proyeksi harga bitcoin akhir tahunnya di US$100.000 berpotensi terlalu rendah.
Penilaian itu disampaikan oleh Geoff Kendrick dalam catatan riset bertanggal Jumat (21/8).
Ia menjabat sebagai global head of digital asset research di bank tersebut.
Dikutip dari Cointelegraph, Kendrick menyebut bitcoin bisa bergerak menuju rekor tertingginya di US$126.000.
Pergerakan itu diperkirakan terjadi sebelum tahun ini berakhir.
"Untuk pertama kalinya tahun ini ada risiko proyeksi akhir tahun saya terlalu rendah," tulisnya.
Kendrick juga menyebut pemulihan berpotensi berakselerasi setelah 6 Oktober.
Tanggal itu bukan pilihan acak.
Bitcoin mencetak rekor US$126.080 pada 6 Oktober tahun lalu.
Empat hari berselang, kejatuhan mendadak menghapus seluruh kenaikan tersebut.
Aset itu belum pulih sepenuhnya dan masih sekitar 38% di bawah puncaknya.
Argumen Kendrick bertumpu pada tiga hal.
Reli terakhir menurutnya sebagian besar didorong oleh likuidasi posisi short.
Arus masuk ke ETF spot bitcoin di Amerika Serikat juga mulai pulih.
Minat terbuka yang rendah dinilai menyisakan ruang bagi investor untuk kembali masuk seiring dengan harga yang naik.
Kendrick memperkirakan arus masuk harian ETF dapat mencapai US$1 miliar pada satu titik.
Pandangan ini merupakan pembalikan dari sikapnya pada awal tahun.
Dalam laporan 12 Februari, ia memangkas target bitcoin dari US$150.000 menjadi US$100.000.
Target Ether pada saat yang sama diturunkan dari US$7.500 ke US$4.000.
Ketika itu ia bahkan memperkirakan bitcoin lebih dulu jatuh ke kisaran US$50.000.
Standard Chartered sendiri belum secara resmi mengganti proyeksi akhir tahunnya.
Angka US$100.000 tetap menjadi proyeksi institusional yang berlaku.
Pernyataan Kendrick berstatus pandangan kepala risetnya, bukan revisi formal.
Rekam jejak bank ini pada proyeksi serupa layak menjadi pertimbangan pembaca.
Seperti dilaporkan Yahoo Finance, harga penutupan bitcoin meleset dari targetnya selama tiga tahun beruntun.
Pada Juli 2023, bank itu memproyeksikan bitcoin di US$50.000 untuk akhir tahun.
Realisasinya sekitar US$42.265, atau kira-kira 15% di bawah proyeksi.
Target 2024 sempat dinaikkan dari US$100.000 menjadi US$150.000 pada Maret.
Setelah pemilu Amerika Serikat, angkanya direvisi lagi menjadi US$125.000.
Memasuki 2025, Kendrick berkali-kali menyebut angka US$200.000.
Target itu masih dipertahankan hingga Juli 2025.
Pada 9 Desember, bank tersebut memangkasnya separuh menjadi US$100.000.
Bitcoin akhirnya menutup 2025 di US$87.703.
Posisinya sekitar 12,5% di bawah target yang sudah direvisi itu.
Proyeksi 2026 pun menempuh jalur penurunan serupa.
Angkanya bermula di US$300.000, dipangkas ke US$150.000 pada Desember 2025.
Pemangkasan kedua terjadi pada Februari 2026 hingga menjadi US$100.000.
Pada Juni, dengan bitcoin di kisaran US$63.000, Kendrick mempertahankan angka tersebut.
Ia berargumen bahwa tekanan jual saat itu sudah mendekati titik jenuh.
Bulan lalu, ia menyebut level sekitar US$64.000 sebagai peluang beli.
Catatan itu menunjukkan targetnya bersifat estimasi bergerak, bukan ramalan tetap.
Asumsinya berubah mengikuti arus ETF, politik Amerika Serikat, dan kondisi makro.
Reli pekan lalu bermula dari keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk memperbesar pembelian kembali obligasi.
Langkah itu menekan imbal hasil dan melemahkan dolar, lalu merembet ke aset berisiko.
Sebagian pelaku pasar juga meragukan kualitas reli yang mendasari revisi nada ini.
Seperti dikutip Forbes, kenaikan 26% dalam lima hari itu ditopang oleh squeeze senilai US$3,1 miliar.
Sejumlah pedagang menilai reli tersebut tidak berlangsung secara organik.
Mereka memperingatkan bahwa pergerakan sudah terlalu jauh dan koreksi menjadi kemungkinan.
Pembelian yang didorong oleh ketakutan tertinggal juga mereka nilai berisiko.
Aliran opsi pada Jumat memang condong ke arah beli.
Pembelian kontrak call tercatat US$47,39 juta berbanding US$13,54 juta untuk kontrak put.
Namun, transaksi blok terbesarnya justru berupa penjualan call senilai US$1,67 juta.
Data arus dana sementara itu menunjukkan pemulihan.
SoSoValue mencatat US$1,62 miliar masuk ke ETF bitcoin AS selama empat sesi hingga 21 Agustus.
Angka itu membalikkan sepekan arus keluar bersih sebelumnya.
Harga bitcoin sendiri sudah menembus US$80.000 pada pekan ini.
Level itu menjadi yang pertama sejak pertengahan Mei.
Jarak menuju rekor US$126.080 masih sekitar 36%.
Empat bulan tersisa akan menentukan apakah catatan meleset itu berlanjut atau terputus.