Honda bisa batalkan pabrik baru di Amerika Utara, mengapa?

Rabu, 26 Agustus 2026

image

NEW YORK — Honda mempertimbangkan untuk tidak membangun pabrik perakitan kedelapan di Amerika Utara jika kesepakatan perdagangan bebas USMCA tidak diperpanjang. Dilansir dari Reuters, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ini tengah bernegosiasi dengan Kanada dan Meksiko mengenai masa depan perjanjian perdagangan yang dikenal sebagai United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Executive Vice President Honda Noriya Kaihara mengatakan produsen mobil asal Jepang tersebut hampir mencapai kapasitas produksi penuh di Amerika Utara sehingga membutuhkan fasilitas baru. Namun, rencana tersebut dapat berubah jika tidak ada kepastian mengenai keberlanjutan USMCA. “Jika tidak ada kesepakatan USMCA di masa depan, kami mungkin harus mengubah arah,” kata Kaihara kepada wartawan dalam pertemuan di Washington. Honda diperkirakan akan mengambil keputusan mengenai pembangunan pabrik tersebut dalam satu hingga dua tahun ke depan. Perusahaan berharap fasilitas baru itu dapat mulai beroperasi sekitar 2030. Kaihara mengatakan Honda saat ini belum meneruskan biaya tarif kepada konsumen di Amerika Utara. Pernyataan tersebut muncul setelah AS pada Sabtu memberlakukan tarif 50% terhadap produk Kanada senilai US$20 miliar. Kanada kemudian mengatakan akan memberlakukan tarif balasan mulai 8 September. Tahun lalu, Hyundai Motor juga menyampaikan kepada pemerintahan AS bahwa ketidakpastian mengenai USMCA menunda keputusan investasinya. “Konfirmasi lebih awal mengenai perpanjangan USMCA akan segera membuka lebih dari US$20 miliar investasi baru di Amerika,” kata Hyundai pada November. Di tengah tingginya harga minyak sejak dimulainya perang AS dengan Iran, minat terhadap kendaraan hybrid dan model hemat bahan bakar Honda meningkat. Honda mencatat penjualan mobil naik 36% pada Juli, sekaligus menjadi kinerja penjualan terbaik perusahaan untuk bulan tersebut dalam tujuh tahun. Pada Mei, Honda membatalkan target penjualan kendaraan listrik (EV) jangka panjang, termasuk target agar EV menyumbang seperlima dari penjualan mobil baru pada 2030. Sebagai gantinya, Honda berencana meluncurkan 15 model hybrid baru hingga 2030. Honda juga menangguhkan tanpa batas waktu proyek kendaraan listrik di Kanada senilai US$11 miliar, yang mencakup rencana produksi EV dan baterai. Perusahaan turut membatalkan tiga model EV yang sebelumnya direncanakan untuk pasar AS. Tahun lalu, Honda mengatakan akan memindahkan produksi Civic hybrid lima pintu yang ditujukan untuk pasar AS dari Jepang ke Indiana. (DK)