Netanyahu: Iran pernah coba bunuh anak saya

Rabu, 26 Agustus 2026

image

YERUSALEM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran pernah mencoba membunuh salah satu putranya.

Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai kapan dugaan rencana tersebut terjadi, putra mana yang menjadi target, maupun seberapa dekat upaya itu dengan pelaksanaan.

Seperti dikutip Reuters, pernyataan Netanyahu mencerminkan meningkatnya ketegangan sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari.

Dalam konflik tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Iran tewas.

Netanyahu menyampaikan tudingan tersebut dalam wawancara melalui telepon dengan Channel 14 Israel pada Senin (24/8).

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap laporan bahwa salah satu badan keamanan Israel menolak memberikan perlindungan kepada rival politik menjelang pemilu nasional.

“Bagi putra-putra saya, saya pikir ada sesuatu yang cukup luar biasa. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh salah satu putra saya,” kata Netanyahu kepada stasiun televisi konservatif yang dikenal memberikan pemberitaan positif terhadap pemerintah Israel.

“Karena itu, perlindungan keamanan ini bukanlah sebuah kemewahan,” ujarnya, tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengenai dugaan rencana tersebut ataupun seberapa dekat upaya itu dengan keberhasilan.

Belum diketahui putra Netanyahu yang dimaksud. Putra sulungnya, Yair Netanyahu, diketahui tinggal di Miami.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait tudingan tersebut.

Netanyahu juga mengatakan telah meminta Kepala Badan Keamanan Israel Shin Bet, David Zini, untuk memastikan perlindungan yang memadai diberikan kepada setiap kandidat perdana menteri.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Zini menolak memberikan perlindungan kepada Gadi Eisenkot dan mengatakan kepada otoritas pemilu bahwa tidak terdapat rencana untuk menyerangnya.

Partai yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan meraih jumlah kursi terbanyak dalam pemilu. Namun, pemerintahan Israel biasanya dibentuk melalui koalisi beberapa partai karena satu partai umumnya tidak memperoleh mayoritas kursi parlemen.

Netanyahu saat ini menghadapi tekanan politik menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026, dengan koalisinya tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat. (DK)