EDGE perpanjang tender offer kedua kali, siapkan Rp1,75 triliun

Rabu, 26 Agustus 2026

image

JAKARTA – PT Indointernet Tbk (EDGE), emiten pengelola data centre, telah memperpanjang tender offer sukarela (voluntary tender offer/VTO) dalam rangka aksi delisting dan go-private dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/8), Digital Edge (Hongkong) Ltd sebagai pengendali EDGE memperpanjang masa VTO untuk kedua kalinya.

Entitas induk asal Hong Kong tersebut akan menggelar VTO EDGE Periode III selama sebulan ke depan, mulai dari 24 Agustus hingga 22 September 2026.

“Dalam rangka memberikan kesempatan kepada Pemegang Saham Publik yang belum memutuskan untuk berpartisipasi dalam VTO,” jelas Jennifer Tiurland, Corporate Secretary EDGE, dalam keterangan resmi.

VTO pertama EDGE berlangsung pada 25 Juni – 24 Juli 2026. Perseroan menyasar untuk menebus 159,60 juta lembar saham EDGE dari 1.573 single investor identification (SID)—atau setara dengan 7,90% saham EDGE.

Namun, dari pelaksanaan VTO Periode I tersebut, masih ada 654 pemegang saham yang belum berpartisipasi, dengan kepemilikan atas 152,48 juta lembar.

EDGE kemudian melanjutkan VTO Periode II pada 25 Juli – 23 Agustus 2026. Namun, pada akhir aksi korporasi tersebut, masih tersisa 409 SID dengan 152,12 juta lembar saham EDGE yang harus ditebus pihak pengendali.

Seperti yang pernah diberitakan IDNFinancials, EDGE dan entitas induk telah menetapkan harga tender 140% lebih tinggi dari harga pasar, yaitu di level Rp11.500 per lembar.

Dengan demikian, Digital Edge (Hongkong) Ltd telah menggelontorkan sekitar Rp86,01 miliar untuk membeli kembali saham EDGE.

Namun, dengan sisa 152,12 juta lembar saham yang harus ditebus, entitas pengendali masih harus menggelontorkan Rp1,75 triliun untuk merampungkan tender offer seluruh saham publik EDGE ke depannya.

Penguatan operasional dan kapital terus berjalan

“Perpanjangan Masa VTO dan hasil sementara pelaksanaan VTO tidak memiliki dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tegas Jennifer lebih lanjut.

Di sisi lain, selama EDGE berada di tengah proses VTO, Perseroan masih terus menyuntikkan modal untuk anak-anak usahanya.

Pada 21 Juli 2026, EDGE menyalurkan modal Rp25 miliar untuk PT Digital Gayana Ekatama, kemudian kembali mengalokasikan penambahan modal Rp161 miliar untuk PT Digital Gayana Ekagrata pada 31 Juli 2026.

Sebagai catatan EDGE dikenal sebagai pemilik data centre Digital Edge Data Centre, atau EDGE DC.

Jaringan EDGE DC milik Perseroan kini memiliki dua fasilitas data centre yang berlokasi di pusat Jakarta, disebut EDGE1 dan EDGE2, dengan total kapasitas 4.600 rak dan 29 MW.

Selain itu, induk EDGE kini juga tengah mengerjakan proyek terbarunya, yaitu salah satu kampus pusat data terbesar di Indonesia di Bekasi, Kampus CGK.

Berlokasi di GIIC di Cikarang, Bekasi, Kampus CGK akan menjadi AI-hyperscale data centre berkapasitas 500 MW dengan empat bangunan terpisah. Kapasitasnya juga disebut dapat ditingkatkan menjadi 1 GW. (ZH)