Salip Tesla, BYD jadi produsen mobil listrik terlaris dunia pada 2025
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA - Raksasa otomotif asal China, BYD, diperkirakan menyalip Tesla dari Amerika Serikat sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan tahunan.
Dilansir AFP pada Senin (29/12), kedua perusahaan tersebut akan segera merilis angka final penjualan untuk tahun ini. Berdasarkan data penjualan sementara, peluang Tesla mempertahankan posisi teratas dari BYD tampak sangat tipis.
Hingga akhir November 2025, BYD yang berbasis di Shenzhen, dan juga memproduksi kendaraan hibrida, telah menjual sekitar 2,07 juta kendaraan listrik (EV). Sementara itu, Tesla mencatat penjualan 1,22 juta unit hingga akhir September.
Analisis FactSet memperkirakan penjualan Tesla pada kuartal IV 2025 hanya mencapai 449.000 unit, sehingga total penjualan tahunan diproyeksikan sekitar 1,65 juta unit, masih jauh di bawah angka yang dicapai BYD.
Pertumbuhan pesat BYD menunjukkan ekspansi signifikan perusahaan di pasar EV global, meskipun mereka menghadapi tantangan di pasar domestik China.
Untuk memperkuat posisi, BYD aktif memperluas penetrasi di pasar internasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk melalui inovasi teknologi dan diversifikasi lini kendaraan.
BYD kini tidak hanya menonjol sebagai pemimpin domestik, tetapi juga menjadi kompetitor utama Tesla di pasar global EV.
Sebagai informasi,Kinerja penjualan mobil milik triluner Elon Musk menunjukkan tren penurunan tajam di sejumlah negara Eropa, sering persaingan ketat dengan kendaraan buatan China.
Di Inggris, penjualan mobil pada November mencapai 3.784 unit, turun 19% secara tahunan atau dari 4.680 unit pada periode yang sama tahun lalu, menurut data awal yang dirilis lembaga riset New AutoMotive pada Kamis (4/12).
Penurunan performa penjualan Tesla juga di sejumlah pasar Eropa. Angka registrasi mobil Tesla merosot 20% di Jerman dan hampir 60% di Prancis pada November, meski penjualan di Norwegia tetap solid dan mencapai rekor tertinggi.
Tesla menghadapi tekanan dari lini produk lama, serta meningkatnya persaingan di pasar kendaraan listrik Eropa, termasuk produk pendatang dari China. (DK)