Harga emas dan perak pulih usai ambruk lebih dari 4%

Selasa, 30 Desember 2025

image

JAKARTA – Harga emas dan perak kembali menguat di awal sesi Asia hari ini, usai kompak terkoreksi lebih dari 4% pada perdagangan Senin (29/12) kemarin.

Harga emas turun 4,43% ke level US$4.331 per troi ons pada perdagangan Senin, sementara harga perak turun 9,08% ke US$72,13 per troi ons.

Pada hari yang sama, kedua logam mulia ini kompak mencatatkan rekor intraday tertinggi. Harga emas menyentuh rekor intraday tertinggi di US$4.550 per troi ons, sementara perak di US$83,76 per troi ons.

“Di luar faktor teknikal, perkembangan geopolitik ikut mendorong aksi jual besar besaran pada komoditas emas dan perak,” jelas Gary Wagner, Analis Senior di Kitco.

Wagner menilai pasar cukup optimis dengan hasil negosiasi perdamaian Rusia dan Ukraina, menyusul pertemuan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelenskyy.

Namun harapan damai itu meredup setelah serangan pesawat tak berawak, yang menyasar kediaman presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Terlepas dari aksi jual, perak tetap menjadi logam mulia dengan kinerja terbaik 2025, dengan keuntungan di pasar spot yang mendekati 150% tahun ini,” jelas Wagner.

Di sisi lain, kenaikan harga emas di pasar spot hanya sebesar 65,25% sejak awal tahun.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, sejumlah institusi global telah menaikkan target harga emas untuk 2026.

JP Morgan memperkirakan harga emas bisa menyentuh US$5.055 per troi ons pada akhir 2026, serta mencapai US$5.400 per troi ons pada akhir 2027.

Wells Fargo memperkirakan harga emas bakal menyentuh US$4.700 untuk 2026, didukung tingginya akumulasi bank sentral dan depresiasi dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu Bank of America (BoFA) dan Societe Generale dari Prancis, kompak menetapkan target harga emas di level US$5.000 per troi ons pada akhir 2026. (KR)