PPRE raih tiga kontrak baru senilai Rp1,2 triliun di akhir 2025
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) menutup tahun 2025 dengan tiga tambahan kontrak baru bernilai total Rp1,2 triliun. Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, menyatakan bahwa capaian tersebut menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat portofolio proyek di sektor pertambangan dan konstruksi. "Perolehan tiga kontrak baru menjelang akhir tahun menjadi bukti kepercayaan yang terus terjaga dari para pemilik proyek," ujar Rizki, dalam keterangan tertulis, Senin (29/12). Adapun tiga kontrak yang diraih meliputi proyek jasa pertambangan di Halmahera dengan nilai Rp602 miliar, yang merupakan pekerjaan tambah dari proyek eksisting. Selain itu, kata Rizky, PPRE memperoleh kontrak pembangunan jalan nasional Jantho–Keumala Seksi 3 di Aceh senilai Rp252 miliar, serta proyek coal processing plant dan overland conveyor system di Kalimantan Timur senilai Rp335 miliar yang dikerjakan melalui anak usaha PPRE.
“Dengan dukungan sumber daya yang mumpuni, armada alat berat, serta penerapan tata kelola K3 dan lingkungan yang berstandar tinggi, kami optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas yang excellent,” jelas Rizki. Ke depannya, Rizki menegaskan, PPRE berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi terintegrasi yang profesional dan inovatif dengan tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan. (DK/KR)