CNOOC China temukan ladang minyak raksasa di laut Bohai
Selasa, 30 Desember 2025

TIONGKOK - CNOOC Ltd, produsen minyak mentah dan gas alam lepas pantai terbesar di China, mengumumkan penemuan ladang minyak berukuran besar di Laut Bohai. Ladang minyak baru yang bernama Qinhuangdao 29-6 ini, berada pada formasi Neogen dangkal di Laut Bohai, serta diperkirakan memiliki lebih dari 100 juta ton minyak mentah, atau setara sekitar 730 juta barel. Seperti dikutip oilprice.com, ladang ini menjadi salah satu temuan terbaru CNOOC dengan potensi sumber daya berskala raksasa. Melalui kegiatan eksplorasi lanjutan, volume cadangan terbukti di tempat (proved in-place) pada Qinhuangdao 29-6 melampaui 100 juta ton setara minyak. CNOOC menjelaskan bahwa karakter minyak dari temuan ini tergolong minyak mentah medium hingga berat. Qinhuangdao 29-6 merupakan ladang minyak litologi kelas 100 juta ton kedua yang ditemukan di wilayah eksplorasi matang Shijiutuo Uplift. Menurut CNOOC, penemuan ini menegaskan nilai strategis kegiatan eksplorasi serta memperkuat basis sumber daya perusahaan, untuk meningkatkan cadangan dan produksi di masa mendatang. Pada pertengahan 2025, CNOOC juga telah memulai produksi minyak berat dari Proyek Pengembangan Ladang Minyak Kenli 10-2, yang merupakan ladang minyak litologi dangkal terbesar di lepas pantai China. Proyek yang berlokasi di bagian selatan Laut Bohai tersebut, mencakup pengembangan 79 sumur yang terdiri atas 33 sumur pemulihan dingin, 24 sumur pemulihan termal, 21 sumur injeksi air, dan satu sumur sumber air. CNOOC menargetkan kapasitas produksi pada proyek Kenli 10-2 bisa mencapai puncaknya hingga 19.400 barel setara minyak per hari (boepd) pada 2026. Sejalan dengan kebijakan pemerintah China, CNOOC terus meningkatkan produksi serta aktivitas eksplorasi minyak dan gas domestik, dalam rangka mengurangi ketergantungan impor. Upaya itu ikut mendorong produksi minyak CNOOC mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2024, dan perusahaan memperkirakan akan mencetak rekor baru lagi pada 2025. Di luar negeri, CNOOC juga berperan sebagai mitra minoritas dalam sejumlah proyek lepas pantai berskala besar, termasuk dalam konsorsium yang dipimpin Exxon di Guyana. Konsorsium tersebut telah menemukan lebih dari 11 miliar barel setara minyak dan saat ini menjadi satu-satunya konsorsium yang memproduksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut. (DK/KR)