Indika Energy bentuk dua anak usaha baru di segmen energi hijau
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY), emiten batu bara, mendirikan dua anak usaha baru bersama dengan joint venture (JV) miliknya di lini bisnis energi hijau, PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).
Berdasarkan keterangan resmi Perseroan, Selasa (30/12), dua anak usaha tersebut adalah PT Indika Empat Mitra Sumbawa (IEMSU) dan PT Indika Empat Mitra Timor (IEMT), yang didirikan pada 24 Desember 2025.
Didirikan dengan modal masing-masing Rp2,5 miliar, INDY memiliki porsi saham masing-masing 90% pada IEMSU dan IEMT, sedangkan 10% sisanya dimiliki oleh EMITS.
“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi,” ujar manajemen INDY.
Menurut manajemen Perseroan, kedua anak usaha tersebut akan melakukan kegiatan usaha di bidang Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya, atau sesuai dengan KBLI 70209.
“Kejadian ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tambah manajemen INDY.
Manajemen INDY juga mengungkapkan bahwa pendirian dua anak usaha baru ini sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis Perseroan, dan akan menegaskan fokus INDY dalam kegiatan usaha berkelanjutan.
Sebagai catatan, EMITS adalah usaha patungan antara INDY (51%) dan Fourth Partner Energy (49%), perusahaan tenaga surya asal India, yang dibentuk pada tahun 2021, sebagai upaya diversifikasi ke energi hijau.
Pada tahun 2023, EMITS telah memenangkan tender kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid untuk program dedieselisasi di Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Pada Oktober 2025 lalu, INDY juga telah mengakuisisi PLTS yang sebelumnya dimiliki PT Tripatra Multi Energi di Bali, Semarang, Grati, dan Suralaya untuk sentralisasi aset tenaga surya tersebut.
Sejak awal tahun, harga saham INDY berfluktuasi, dan ditutup menguat 49,83% pada Senin (29/12) kemarin. (ZH)