Ketiga kali, Arab Saudi turunkan harga minyak ke Asia
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA - Arab Saudi diperkirakan kembali menurunkan harga jual minyak mentahnya ke pasar Asia untuk pengiriman Februari 2026.
Hal ini seiring pasokan global yang masih melimpah dan melemahnya harga acuan spot di Timur Tengah dan dalam survei Reuters terhadap enam sumber kilang di Asia.Sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia, Arab Saudi disebut akan memangkas harga minyak andalannya, Arab Light, sebesar US$0,10 hingga US$0,30 per barel untuk pengiriman Februari ke Asia.Jika terealisasi, penurunan ini akan membawa harga Arab Light ke level premi sekitar US$0,30–US$0,50 per barel di atas rata-rata acuan Oman/Dubai, yang menjadi premi terendah dalam lebih dari lima tahun terakhir.Kilang-kilang di Asia memperkirakan penurunan harga ini akan menjadi yang ketiga secara berturut-turut, mengutip dari oilprice.com.Untuk jenis lainnya, penurunan harga diperkirakan lebih kecil dibanding Arab Light. Harga Arab Extra Light diproyeksikan turun sekitar US$0,10–US$0,20 per barel, sementara Arab Medium dan Arab Heavy kemungkinan stagnan atau hanya turun sekitar US$0,10 per barel.Pemangkasan harga oleh Arab Saudi dalam dua bulan terakhir sebenarnya sudah diantisipasi pasar, sejalan dengan melemahnya harga acuan spot di Timur Tengah, termasuk premi tunai Dubai terhadap swap, sejak awal November.Selain itu, kondisi pasar dinilai cukup longgar karena OPEC+ telah meningkatkan produksi pada 2025.Pada pertemuan akhir November lalu, para produsen OPEC+ memutuskan tetap berpegang pada komitmen sebelumnya untuk menunda kenaikan produksi minyak pada kuartal pertama 2026.Arab Saudi sendiri biasanya mengumumkan harga resmi minyak mentah sekitar tanggal lima setiap bulan untuk pengiriman bulan berikutnya dan tidak memberikan komentar terkait perubahan harga.Kebijakan harga Saudi ini kerap menjadi acuan bagi produsen utama lain di Timur Tengah, memengaruhi penetapan harga sekitar 9 juta barel per hari ekspor minyak dari kawasan Teluk Arab. (DK)