Senator AS: RUU sanksi Rusia akan lolos bulan depan
Jumat, 28 Agustus 2026
KYIV — Senator Amerika Serikat (AS), Richard Blumenthal, berharap rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur sanksi luas terhadap Rusia dapat disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada bulan depan.
Ia menilai RUU tersebut dapat menjadi tekanan besar terhadap upaya Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam membiayai perang di Ukraina.
Seperti dikutip Reuters, Blumenthal, senator Partai Demokrat dari Connecticut, menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan sejumlah pejabat senior Ukraina di Kyiv.
RUU tersebut sebelumnya telah melewati pemungutan suara awal di Senat AS dengan dukungan kuat pada bulan lalu.“Putin hanya merespons tekanan,” kata Blumenthal dalam konferensi pers.
Menurutnya, RUU sanksi Rusia dapat memberikan tekanan yang cukup kuat terhadap Putin.Partai Demokrat secara umum mendukung pemberlakuan sanksi tersebut.
Namun, sejumlah anggota partai khawatir RUU tersebut akan memberi keleluasaan kepada Presiden AS, Donald Trump, untuk mengenakan tarif tambahan, termasuk terhadap negara-negara sekutu AS.
RUU tersebut akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat tinggi Rusia.Aturan tersebut juga memungkinkan Trump mengenakan tarif hingga 100% terhadap negara-negara yang menjadi pembeli utama minyak dan gas Rusia.
China dan India termasuk negara pembeli utama minyak dan gas Rusia. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi aliran pendapatan ke Moskow.
Blumenthal mengatakan RUU tersebut memuat pengecualian yang akan melindungi sekutu Eropa dari pengenaan tarif.
Ketentuan tersebut, menurut Blumenthal, dapat meredakan kekhawatiran yang disampaikan sejumlah anggota Partai Demokrat.
Blumenthal juga meminta Zelenskyy untuk melobi anggota DPR AS agar mendukung pengesahan RUU tersebut.
Zelenskyy sebelumnya telah berbicara dengan sejumlah senator AS di Washington pada bulan lalu menjelang pemungutan suara RUU tersebut.
Pemungutan suara berlangsung pada hari pemakaman Senator Lindsey Graham, salah satu penyusun RUU sanksi Rusia yang meninggal dunia.
Blumenthal mengatakan Zelenskyy “dengan antusias dan tanpa ragu” menyetujui permintaannya.
Hingga kini, Kantor Kepresidenan Ukraina hingga saat ini belum memberikan tanggapan apa pun. (ARF)