ADNOC raih dana pinjaman US$13 miliar di penghujung 2025

Selasa, 30 Desember 2025

image

JAKARTA - Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menutup tahun 2025 dengan langkah strategis melalui dua kesepakatan pembiayaan senilai total US$13 miliar yang mencakup investasi konvensional dan proyek beremisi lebih rendah.Mengutip dari oilprice.com, Senin (29/12) langkah ini menegaskan kemampuan ADNOC dalam menghimpun modal internasional di sektor energi.Kesepakatan pertama adalah pembiayaan proyek senilai US$11 miliar untuk pengembangan gas lepas pantai Hail dan Ghasha, salah satu proyek gas asam (sour gas) terbesar dan paling kompleks secara teknis di Timur Tengah.Proyek kedua berupa fasilitas pembiayaan hijau senilai US$2 miliar yang didukung Korea Trade Insurance Corporation (K-SURE).Pembiayaan Hail dan Ghasha melibatkan lebih dari 20 bank regional dan global, mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemampuan eksekusi ADNOC serta peran jangka panjang gas dalam bauran energi Uni Emirat Arab (UEA).Setelah beroperasi penuh, proyek ini akan menjadi pilar strategi ketahanan energi Abu Dhabi, menopang kebutuhan domestik sekaligus membuka ruang ekspor LNG tambahan.Sementara itu, fasilitas pembiayaan hijau yang disusun dalam kerangka Sustainable Finance Framework ADNOC akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek rendah karbon di seluruh grup.Ini melanjutkan rangkaian pendanaan berkelanjutan dan hijau yang dihimpun ADNOC dalam 18 bulan terakhir, seiring upaya perusahaan memadukan investasi hidrokarbon tradisional dengan pembiayaan yang selaras iklim.Dari sisi operasional, ADNOC termasuk produsen terbesar dunia dengan kapasitas produksi minyak 4,85 juta barel per hari dan target meningkat menjadi 5 juta barel per hari pada 2027—sekitar 5% dari pasokan minyak global.Selain minyak, ADNOC memasok sekitar 60% kebutuhan gas domestik UEA dan mengekspor LNG ke pasar utama Asia dan Eropa.Di luar hidrokarbon, ADNOC memiliki kepemilikan signifikan di Masdar, pengembang energi terbarukan yang menargetkan kapasitas listrik bersih 100 gigawatt pada 2030.Kombinasi ini menempatkan ADNOC sebagai salah satu perusahaan minyak nasional paling terdiversifikasi di dunia, dengan eksposur pada minyak, gas, LNG, energi terbarukan, dan material maju.Transformasi ini berlangsung di bawah kepemimpinan Direktur Pelaksana dan CEO Grup Dr. Sultan Al Jaber, yang mendorong modernisasi ADNOC melalui digitalisasi, kecerdasan buatan, akses pasar modal, dan kemitraan internasional.Di Bursa Efek Abu Dhabi, enam anak usaha ADNOC yang tercatat kini menyumbang sekitar seperlima total kapitalisasi pasar, dengan nilai gabungan sekitar US$150 miliar.Ekspansi internasional juga dipercepat lewat XRG, lengan investasi global ADNOC yang diluncurkan pada 2024.Dalam waktu lebih dari setahun, nilai perusahaan XRG melonjak dari US$60 miliar menjadi US$151 miliar, didorong akuisisi di sektor gas dan kimia.Akuisisi Covestro asal Jerman senilai €14,7 miliar yang rampung pada Desember menjadi salah satu transaksi terbesar Timur Tengah di industri Eropa.Selain itu, rencana merger Borouge, Borealis, dan Nova Chemicals senilai US$60 miliar, ditargetkan selesai pada 2026, berpotensi melahirkan raksasa global di bidang polimer dan material maju.Seluruh langkah tersebut berada dalam kerangka program belanja modal lima tahun senilai US$150 miliar yang disetujui dewan ADNOC pada November, menempatkan perusahaan ini di jajaran investor energi terbesar dunia.Di tengah risiko geopolitik yang tetap tinggi dan permintaan energi global yang masih kuat, kesepakatan akhir tahun ADNOC menegaskan strategi berbasis skala, diversifikasi, dan disiplin modal jangka panjang. (DK)