Mayoritas asosiasi bisnis Jerman prediksi akan PHK pada 2026
Selasa, 30 Desember 2025

BERLIN - Mayoritas asosiasi bisnis di Jerman memperkirakan terjadinya pengurangan tenaga kerja pada 2026 di tengah krisis ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tekanan terbesar dirasakan sektor industri, terutama akibat meningkatnya proteksionisme global, lemahnya ekspor, serta tingginya biaya produksi domestik.
Dikutip reuters.com, survei yang dilakukan German Economic Institute (IW) terhadap 46 asosiasi bisnis menunjukkan bahwa hampir separuh responden memperkirakan jumlah tenaga kerja akan menyusut tahun depan. Hanya sebagian kecil yang optimistis terhadap penambahan pekerja, sementara sisanya memperkirakan kondisi ketenagakerjaan stagnan.
Sejumlah industri padat karya seperti otomotif, kertas, dan tekstil diperkirakan mengalami penurunan produksi. Kinerja sektor-sektor tersebut tertekan oleh memburuknya daya saing harga Jerman di pasar global, seiring kenaikan biaya dan hambatan perdagangan internasional.
“Mereka yang mengharapkan krisis ekonomi dapat diakhiri dengan cepat dan komprehensif juga akan kecewa pada tahun 2026,” kata Direktur IW Michael Huether. Ia menambahkan bahwa perekonomian Jerman saat ini “stabil pada tingkat yang lebih rendah.”
Di sisi lain, rencana investasi dunia usaha masih terbatas. Lebih banyak asosiasi yang memperkirakan pemangkasan atau stagnasi investasi dibandingkan peningkatan belanja modal, mencerminkan kehati-hatian pelaku usaha dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, survei tersebut mencatat beberapa sektor mulai menunjukkan perbaikan. Industri yang berkaitan dengan belanja pertahanan, seperti kedirgantaraan dan perkapalan, mencatat prospek yang lebih positif. Sektor jasa juga melaporkan kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sentimen bisnis secara keseluruhan menunjukkan perbaikan tipis, dengan lebih banyak asosiasi yang memperkirakan peningkatan produksi dibandingkan penurunan. Ini menjadi sinyal positif pertama bagi dunia usaha Jerman setelah bertahun-tahun dibayangi prospek negatif.(DH)