Jelang pidato Warsh, dolar AS bertahan dekat level tertinggi sepekan
Jumat, 28 Agustus 2026
WASHINGTON — Dolar AS bergerak stabil di dekat level tertinggi dalam sepekan terhadap sejumlah mata uang utama pada Jumat (28/8), seiring investor memilih menunggu pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.
Seperti dikutip Reuters, Euro dan pound sterling bertahan di dekat level terendah dalam sepekan terhadap dolar AS.
Euro berada di level US$1,1652, sedangkan pound sterling US$1,3597. Keduanya masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut.
Sementara itu, yen Jepang bergerak tipis di level 159,34 per dolar AS setelah kehilangan sebagian penguatannya yang dipicu intervensi.
Meski demikian, yen masih menuju kenaikan sekitar 1,3% sepanjang Agustus.
Indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 99,13 pada awal perdagangan Asia.
Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Indeks dolar AS telah menguat 0,3% sepanjang pekan ini.
Namun, indeks tersebut masih menuju penurunan bulanan kedua berturut-turut sebesar 0,7%.
Pergerakan dolar turut dipengaruhi langkah Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan Departemen Keuangan akan meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah AS bertenor panjang.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa upaya menekan biaya pinjaman dapat melemahkan nilai dolar.
Investor kini menantikan pidato perdana Warsh di Jackson Hole, Wyoming, untuk mencari petunjuk mengenai pendekatannya terhadap kebijakan moneter dan upaya mengendalikan inflasi.
Namun, ekspektasi pasar sedikit tertahan karena Warsh sebelumnya menentang pemberian panduan eksplisit mengenai arah suku bunga ke depan.
Sejumlah pejabat The Fed pada Kamis kembali menyampaikan kekhawatiran terhadap inflasi AS dan mengisyaratkan keterbukaan terhadap kenaikan suku bunga.
"Ketidakpastian mengenai respons The Fed dan kekhawatiran bahwa para pembuat kebijakan mungkin memberikan perhatian lebih rendah terhadap pengendalian inflasi telah meningkatkan fokus pasar terhadap pidato Ketua Warsh di Jackson Hole," kata Sim Moh Siong, ahli strategi valuta asing OCBC, dalam sebuah catatan.
Menurutnya, dolar perlu mendapatkan bukti bahwa The Fed siap membantu menahan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS agar dapat melemah secara signifikan setelah pengumuman pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan.
Namun, skenario tersebut dinilai kecil kemungkinannya.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 35% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September dan meningkat menjadi 75% pada Desember.
Imbal hasil obligasi AS masih berada di level tinggi, dengan imbal hasil Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,676%.
Di pasar kripto, Bitcoin naik 0,5% menjadi US$80.620,33. Bitcoin berada di jalur untuk mencatat kenaikan hampir 30% sepanjang Agustus, yang akan menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak akhir 2024.
Dolar Australia naik hampir 0,1% ke level tertinggi dalam tiga bulan di US$0,72 seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Dolar Selandia Baru juga menguat 0,2% menjadi US$0,5960.
Dolar Kanada stabil di level C$1,3844 per dolar AS dan menuju penurunan bulanan kedua setelah ketegangan perdagangan dengan AS kembali meningkat. (DK)