Kalahkan rekor CDIA, RLCO cetak ARA ke-12
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) kembali menyentuh auto-reject atas (ARA) dengan kenaikan 9,97% hari ini (30/12), sekaligus mencatat ARA ke-12 kalinya sejak debut di pasar modal pada 8 Desember 2025 lalu.
Hingga penutupan perdagangan Rabu (30/12), harga saham RLCO sudah melonjak 950,6% dari harga IPO-nya, yaitu Rp168 per lembar saham. RLCO berhasil mendarat di level Rp1.765 pada hari terakhir bursa tahun ini.
Setelah 6 kali ARA berturut-turut, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan perdagangan sahamnya (suspensi) selama satu hari pada 16 Desember 2025.
Ketika suspensi diangkat pun, sahamnya kembali naik dan menyentuh ARA hingga 3 kali sebelum mengalami suspensi kedua—kali ini dua hari, pada 22-23 Desember 2025.
Kenaikan harga saham yang signifikan, dan membuatnya mengalami suspensi lebih dari 1 hari bursa, mengantarkan saham RLCO ke Papan Pemantauan Khusus.
Saham pada kategori ini menggunakan mekanisme Full Call Auction (FCA). Dalam sistem ini, saham hanya bisa dibeli pada jam-jam tertentu tiap harinya. Jumlah bid dan offer pun tidak ditampilkan secara real-time, dan batas maksimal kenaikan harga saham per hari hanya 10%.
Namun, sistem FCA tampak tak juga menghentikan investor untuk membeli saham RLCO. Sejak masuk ke papan FCA pada 24 Desember lalu, harga saham terus naik menyentuh ARA hingga 3 kali per hari ini (30/12).
Dengan rentetan 12 kali ARA, RLCO resmi mengalahkan rekor PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan catatan 11 kali ARA berturut-turut sejak melantai di BEI pada 9 Juli 2025 lalu.
Padahal, nilai IPO kedua emiten ini berbeda jauh. CDIA menargetkan dana segar hingga Rp2,37 triliun, sedangkan RLCO hanya menyasar Rp105 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Sebagai catatan, penjamin emisi efek (underwriters) CDIA saat IPO terdiri dari 6 sekuritas, yaitu Henan Putihrai Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM), OCBC Sekuritas Indonesia, dan DBS Vickers Sekuritas Indonesia.
Di sisi lain, RLCO hanya mengandalkan satu underwriter untuk debut perdananya, yaitu Samuel Sekuritas Indonesia.
Sebgagai catatan, market capitalisation RLCO sudah menyentuh Rp5,52 triliun pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (30/12). (ZH)