Belum genap setahun di bursa, CDIA bagi dividen interim Rp167,3 miliar
Selasa, 30 Desember 2025

JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengungkapkan rencana distribusi dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,34 per lembar saham, atau total Rp167,3 miliar, setara dengan US$9,98 juta.
“Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 29 Desember 2025,” ujar Perseroan dalam keterbukaan informasi, Rabu (30/12).
CDIA akan membagikan dividen interim ini dari perolehan laba bersihnya hingga akhir semester I 2025, yang mencapai US$67,84 juta—atau setara dengan Rp1,14 triliun, mengacu pada kurs Rp16.766/US$ pada Rabu (30/12).
Dengan demikian, rasio pembayaran dividen interim CDIA kali ini mencapai sekitar 14,70%, dengan yield 0,08%, merujuk pada harga penutupan Rabu (30/12) di level Rp1.670.
Sebagai catatan, distribusi dividen interim ini juga sejalan dengan laba bersih CDIA yang meroket 330% secara tahunan pada akhir Juni 2025, atau naik hingga 4,3 kali lipat.
Dalam distribusi dividen interim CDIA kali ini, Perseroan juga mempertimbangkan saldo laba ditahan sebesar US$78,41 juta dan total ekuitas CDIA US$995,99 juta hingga akhir Juni 2025.
Sebagai catatan, CDIA belum genap setahun melantai di bursa saham, karena baru tercatat di papan bursa pada 9 Juli 2025 lalu.
Namun, Perseroan telah mengungkapkan komitmennya untuk membagikan dividen hingga 40% dari laba bersihnya pasca-IPO di prospektusnya.
“Pembagian dividen akan menyesuaikan arus kas, rencana investasi perusahaan, serta persyaratan utang dan peraturan lainnya,” ungkap manajemen CDIA dalam prospektus awal IPO Juni lalu.
Pada awal tahun 2025, sebelum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Perseroan pun tercatat telah membagikan dividen tunai US$20 juta dari laba bersih tahun buku 2024.
Berikut adalah jadwal lengkap distribusi dividen interim CDIA untuk tahun buku 2025:
(ZH)