Beli 20% saham Ajaib, apa rencana CEO SBI Holdings Yoshitaka Kitao?

Minggu, 30 Agustus 2026

image

JAKARTA - SBI Holdings Inc. melalui anak usahanya mengambil 20% saham Ajaib Group dalam investasi strategis senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.

Ajaib merupakan platform investasi online Indonesia yang menyediakan layanan saham, aset kripto, pembayaran, dan valuta asing (FX). Investasi tersebut memperkuat posisi SBI Holdings dalam pengembangan bisnis aset digital di Indonesia dan Asia.

Dalam pengumuman resmi pada 28 Agustus 2026, SBI Holdings menyatakan investasi strategis tersebut menjadikan Ajaib Group sebagai perusahaan afiliasi SBI Holdings yang menggunakan metode ekuitas.

SBI Holdings menilai Ajaib memiliki posisi strategis dalam pengembangan infrastruktur keuangan berbasis tokenisasi di Indonesia dan Asia.

Ajaib telah berkembang dari perusahaan sekuritas online menjadi platform yang menawarkan produk keuangan tradisional dan aset digital, termasuk saham, obligasi, reksa dana, ETF, aset kripto, stablecoin, komoditas, dan FX.

Ajaib juga menyediakan layanan penyelesaian transaksi stablecoin secara over-the-counter (OTC) bagi nasabah korporasi di Indonesia.

Ajaib memperoleh investasi senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang yang tercatat di Bursa Tokyo.

Presiden Direktur sekaligus CEO SBI Holdings, Yoshitaka Kitao, mengatakan perkembangan tokenisasi membuat kebutuhan terhadap infrastruktur global aset digital semakin penting.

“Di era ketika tokenisasi terus berkembang, pentingnya infrastruktur global untuk aset digital semakin meningkat dan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Kitao dalam keterangan resmi.

Menurut Kitao, SBI Group tengah membangun infrastruktur keuangan digital generasi berikutnya melalui konsep SBI APAC Digital Economic Zone.

Salah satu fokusnya adalah membangun jaringan bursa aset digital di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara.

“Ajaib Group, sebagai platform yang menangani produk keuangan tradisional dan aset digital secara bersamaan, sangat sesuai dengan visi SBI Group. Kami sangat senang dapat membangun hubungan kemitraan strategis melalui kerja sama ini,” katanya.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli mengatakan pihaknya menyambut SBI Group sebagai mitra strategis jangka panjang untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan generasi baru.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menyambut SBI Group sebagai mitra strategis jangka panjang,” ujar Sumarli.

Asia Tenggara, lanjutnya, memiliki satu miliar orang berikutnya yang akan mulai menggunakan layanan keuangan, dan pengalaman keuangan mereka akan dibentuk oleh aset digital, aset dunia nyata yang ditokenisasi (tokenized RWA), serta AI.

Menurut Sumarli, kedua perusahaan memiliki visi yang sama mengenai pembangunan infrastruktur yang akan menopang perkembangan layanan keuangan digital di masa depan.

“Kami yakin bahwa infrastruktur yang akan menopang masa depan tersebut sedang dibangun saat ini.”

Menurut dia, dalam berbagi visi ini, tidak ada mitra yang lebih baik daripada SBI Group.

“Bersama-sama, kami akan mempercepat misi untuk membawa generasi baru menuju layanan keuangan modern, tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke seluruh dunia,” katanya.(DH)