Salim Group akuisisi penuh Keppel Data Center
Minggu, 30 Agustus 2026
JAKARTA – Salim Group mengambil alih seluruh kepemilikan Keppel Data Centres dalam usaha patungan pusat data di Indonesia yang sebelumnya bernama IndoKeppel Data Centres.
Setelah akuisisi tersebut, perusahaan diluncurkan kembali dengan nama IndoData Data Center dan kini beroperasi sebagai operator independen.
Seperti dikutip DataCenterDynamics.com, IndoData mengumumkan perubahan kepemilikan dan peluncuran kembali perusahaan tersebut pada pekan ini.
Namun, Salim Group diketahui telah menyelesaikan akuisisi saham Keppel pada Desember lalu.
Nilai transaksi tidak diungkapkan kepada publik. Dengan selesainya transaksi tersebut, IndoData kini sepenuhnya dimiliki oleh Salim Group.
Kemitraan antara Salim Group dan Keppel pertama kali diumumkan pada 2018 melalui pengembangan proyek pusat data di Kota Bogor, Jawa Barat, di luar Jakarta.
Fasilitas tersebut awalnya ditargetkan mulai beroperasi pada 2020. Namun, rencana tersebut tertunda akibat pandemi Covid-19.
Tahap pertama IndoKeppel Data Centre 1 (IKDC 1) dengan kapasitas 5 megawatt (MW) akhirnya mulai beroperasi pada 2022.
Dalam pengembangan bisnisnya, IndoData menyatakan telah mengamankan kapasitas daya hingga 500 MW melalui kontrak dengan PT PLN (Persero).
"Visi kami adalah menjadi mitra tepercaya untuk infrastruktur digital yang berkelanjutan, andal, dan siap menghadapi masa depan—membantu pelanggan kami melakukan ekspansi dengan cepat sembari mendukung pertumbuhan berkelanjutan ekonomi digital Indonesia," kata IndoData melalui unggahan di LinkedIn.
Tambah Kapasitas 6 MWDi tengah perubahan kepemilikan tersebut, IndoData juga terus memperluas kapasitas pusat datanya.
Ronald Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur IndoKeppel Data Centres dan kini ditunjuk sebagai Managing Director IndoData, mengumumkan penyelesaian tambahan beban teknologi informasi (IT load) sebesar 6 MW di fasilitas tersebut.
Menurut Ronald, ekspansi tersebut dikembangkan secara built-to-suit untuk salah satu pelanggan hyperscale yang telah menggunakan layanan IndoData.
"Ekspansi yang dibangun khusus sesuai kebutuhan (built-to-suit) ini dikembangkan untuk salah satu klien hyperscale kami yang sudah ada, mencerminkan kepercayaan berkelanjutan mereka terhadap kemampuan IndoData dalam menyediakan infrastruktur pusat data yang andal, dapat ditingkatkan skalanya, dan berkinerja tinggi," ujar Ronald.
Bagian Ekspansi Salim GroupAkuisisi IndoData memperkuat eksposur Salim Group terhadap bisnis infrastruktur digital di Indonesia.
Salim Group dimiliki oleh Anthoni Salim, yang juga memiliki kepemilikan di operator pusat data DCI Indonesia. Salim Group didirikan pada 1972 dan memiliki portofolio bisnis yang luas di Indonesia.
Dengan kepemilikan penuh atas IndoData, Salim Group kini memiliki kendali langsung atas pengembangan bisnis pusat data tersebut, di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. (GA)