Arab Saudi ambil alih 86% saham Binladin Group

Rabu, 31 Desember 2025

image

RIYADH – Rapat umum Binladin International Holding Group telah menyetujui peningkatan modal melalui konversi utang menjadi ekuitas, yang membuat Kementerian Keuangan Arab Saudi memperoleh kepemilikan sebesar 86 persen dalam perusahaan.

Menurut laporan Arab News Senin (29/12), yang juga mengutip informasi dari Al-Arabiya.

Keputusan ini menjadi langkah penting dalam restrukturisasi posisi keuangan grup dan mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap strategi jangka panjang serta pemulihan operasional perusahaan.

Dewan Direksi Binladin Group menyatakan bahwa persetujuan ini menegaskan kepercayaan terhadap arah masa depan perusahaan sekaligus memperkuat tujuan pengembangan dan pertumbuhannya.

Dalam skema yang disetujui, kewajiban keuangan yang belum terselesaikan akan dibayar melalui penerbitan saham baru, sehingga secara signifikan mengurangi beban utang dan memperkuat neraca keuangan.

Dengan demikian, Kementerian Keuangan akan menjadi pemegang saham mayoritas grup, sehingga pemerintah terlibat langsung dalam jalur pertumbuhan perusahaan sekaligus mendukung stabilitas keuangannya.

Transaksi ini mengikuti langkah-langkah sebelumnya yang diambil Kementerian Keuangan untuk menstabilkan struktur keuangan grup.

Sebelumnya, National Debt Management Center Arab Saudi mengumumkan penyelesaian fasilitas pinjaman sindikasi atas nama kementerian, yang diatur bersama konsorsium bank lokal dan internasional. Fasilitas ini berjumlah sekitar SR23,3 miliar (US$6,2 miliar) dan menjadi bagian dari kerangka kerja lebih luas untuk menangani kewajiban perusahaan.

Kementerian Keuangan juga telah menyusun serangkaian langkah terkoordinasi dengan Binladin Group untuk menyelesaikan kewajiban kas kepada bank dan menata ulang komitmen keuangan perusahaan. Langkah-langkah ini dirancang untuk memulihkan stabilitas operasional dan memungkinkan grup melanjutkan pelaksanaan proyek konstruksi berskala besar.

Langkah ini dipandang sebagai kelanjutan dukungan pemerintah terhadap sektor konstruksi dan infrastruktur, pilar utama transformasi ekonomi Arab Saudi dalam kerangka Visi 2030.

Restrukturisasi ini diharapkan membantu memastikan penyelesaian tepat waktu proyek-proyek strategis, melindungi lapangan kerja, dan meningkatkan daya tarik sektor ini bagi investor.

Mengomentari perkembangan ini, Mohammed Al-Tayyar, peneliti ekonomi politik, mengatakan bahwa peningkatan modal melalui skema konversi utang menjadi ekuitas memperkuat posisi keuangan Binladin Group.

Ia menambahkan bahwa transaksi ini kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan investor, memperbaiki tata kelola dan transparansi, serta membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan di bawah kerangka keuangan yang lebih stabil.

Binladin International Holding Group adalah salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. Didirikan oleh Muhammad bin Laden, perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi, properti, dan proyek infrastruktur berskala besar, termasuk gedung pemerintahan, fasilitas industri, dan proyek transportasi.

Binladin Group dikenal sebagai pionir dalam pembangunan proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Arab Saudi, terutama dalam kerangka Visi 2030. 

Konglomerat ini, seperti dikutip arabianbusiness.com (29/12) menghadapi tantangan keuangan karena proyek-proyek yang tertunda dan pembayaran yang terlambat akibat penurunan harga minyak internasional. Binladin Group juga sempat dikecualikan sementara dari kontrak pemerintah baru setelah terjadi kecelakaan crane yang menewaskan 107 orang di Masjidil Haram, Mekkah, pada 2015. (DH)