Ekonom OpenAI: Pertumbuhan care economy makin luas

Senin, 31 Agustus 2026

image

JAKARTA – Kepala Ekonom OpenAI Ronnie Chatterji memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja di sektor ekonomi perawatan atau care economy seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kerja.

Chatterji menilai AI telah mengubah lingkup tugas dalam berbagai pekerjaan. Namun, dampak yang lebih luas terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja diperkirakan belum sepenuhnya terlihat dalam data saat ini.

Seperti dikutip NBCNews, menurut dia, perubahan tersebut kemungkinan baru tercermin lebih jelas dalam statistik produktivitas dalam kurun waktu sekitar 18 hingga 24 bulan ke depan.

Perkembangan AI, lanjut Chatterji, tidak semata-mata berkaitan dengan pengurangan tenaga kerja. Teknologi tersebut juga berpotensi mengubah komposisi pekerjaan dengan mengurangi sejumlah tugas tertentu sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pekerjaan yang membutuhkan interaksi dan keterampilan manusia.

Sektor ekonomi perawatan menjadi salah satu bidang yang berpotensi mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut. Sektor ini mencakup berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan langsung dengan manusia, termasuk layanan perawatan dan pendampingan.

Chatterji sebelumnya menyebut tim ekonominya di OpenAI berfokus mempelajari tiga aspek utama, yakni bagaimana AI mengubah pekerjaan saat ini, bagaimana perusahaan beradaptasi dan mengatur ulang bisnisnya, serta dampak perkembangan AI terhadap perekonomian di masa depan.

Perubahan tersebut membuat pengukuran dampak AI terhadap tenaga kerja menjadi tidak sederhana. Teknologi dapat mengambil alih sebagian tugas dalam suatu pekerjaan tanpa menghilangkan keseluruhan profesi.

Karena itu, dampak AI terhadap pasar tenaga kerja kemungkinan akan terlihat secara bertahap, termasuk melalui perubahan produktivitas, struktur pekerjaan, serta permintaan terhadap jenis keterampilan tertentu.

Dengan perkembangan AI yang berlangsung cepat, Chatterji memperkirakan gambaran yang lebih jelas mengenai dampaknya terhadap produktivitas dan pasar kerja baru dapat terlihat dalam 18 hingga 24 bulan mendatang. (GA)