Profesor Wharton School bedah pidato Kevin Warsh via grafik obligasi

Senin, 31 Agustus 2026

image

JAKARTA - Profesor ekonomi dan ekonom terkemuka Mohamed El-Erian, profesor praktik di Wharton School, University of Pennsylvania, sekaligus Chief Economic Advisor Allianz, menjelaskan dengan sederhana bagaimana pasar obligasi AS (US Treasuries) merespons pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, Jumat (28/8/26)

El-Erian memposting pendapatnya di akun Facebook sebagai berikut:

.….Pergerakan kurva US Treasury mengirim 2 pesan. Pelandaian kurva imbal hasil 2s-10s (~7 bps) dan 2s-30s (~10 bps) hari ini (grafik Bloomberg di bawah) menunjukkan pesan ganda dari pasar pendapatan tetap: Repricing hawkish jangka pendek menyusul komitmen tegas Ketua Warsh terhadap target inflasi. Dukungan terhadap kredibilitas jangka panjang The Fed…..

Interpretasi El-Erian ini sejalan dengan isi pidato Warsh. Dalam pidatonya di Jackson Hole, Warsh secara eksplisit menyatakan bahwa meski data inflasi musim panas ini lebih baik dari perkiraan, ia belum melihat tanda perbaikan yang berarti pada tren inflasi yang mendasar — "...they do not tell me that underlying trends have meaningfully improved."

Pernyataan inilah yang oleh sejumlah analis pasar dinilai sebagai sinyal hawkish yang memicu aksi jual di obligasi bertenor pendek.

Adapun kedua grafik itu secara visual dan sederhana menunjukkan "jarak" (selisih) keuntungan/bunga obligasi jangka panjang dibanding jangka pendek yang mendadak menyempit drastis.

Grafik tersebut, agar mudah dipahami pembaca awam, bisa diibaratkan, mengukur perbedaan bunga tabungan deposito 2 tahun dengan deposito 10/30 tahun,

Grafik Kiri (C2Y30 Index) memperlihatkan selisih bunga obligasi 2 tahun vs 30 tahun (2s-30s).

Garisnya terjun bebas sebesar ~10 bps (-10,34%) — bunga obligasi 30 tahun yang tadinya jauh lebih tinggi dari 2 tahun, tiba-tiba jaraknya makin tipis secara drastis.

Grafik Kanan (C2Y10 Index) memperlihatkan selisih bunga obligasi 2 tahun vs 10 tahun (2s-10s), yang juga anjlok tajam sebesar ~7 bps (-15,83%) — jarak bunga 10 tahun dan 2 tahun mendadak menyempit hebat.

Menurut laporan Bloomberg, pergerakan kurva imbal hasil hari itu merupakan salah satu dari tiga pergerakan harian terbesar sejak Warsh menjabat Ketua The Fed pada Mei 2026 — dua lainnya terjadi setelah dua konferensi pers pasca-rapat kebijakan pada Juni dan Juli. Ironisnya,

Warsh sendiri berulang kali menyatakan ingin investor merespons perubahan mendasar dalam ekonomi, bukan komentar dari bank sentral — namun kenyataannya justru sebaliknya: setiap kali ia berbicara, pasar obligasi bereaksi tajam.

Reuters mencatat angka persisnya: yield obligasi bertenor 2 tahun melonjak 11 basis poin ke 4,34%, level tertinggi dalam sebulan terakhir, tak lama setelah Warsh menegaskan Fed "masih punya kerjaan" menahan inflasi.

Sementara itu, yield 10 tahun hanya naik 5 basis poin ke 4,72%, dan yield 30 tahun naik tipis 1,6 basis poin ke 5,206%. Selisih kenaikan yang timpang inilah yang membuat kurva 2s-10s dan 2s-30s menyempit tajam dalam hitungan jam.

Pola yang Konsisten

Cyrus Amini, Chief Investment Officer di Hyphen Wealth Management, menjelaskan kepada Reuters bahwa selama pidato berlangsung, ujung pendek kurva imbal hasil naik sementara ujung panjang justru bergerak turun — pola yang menurutnya konsisten dengan ekspektasi pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

"Selama pidato, kami melihat bagian pendek (tenor 2 tahun) kurva imbal hasil naik sementara bagian panjang bergerak turun. Ini konsisten dengan fokus Warsh pada data inflasi yang tetap tinggi, yang dia bicarakan secara panjang lebar.”

Hal tersebut, kata dia, seharusnya meredakan beberapa kecemasan pasar obligasi karena Warsh memberikan gambaran yang jelas tentang sikap The Fed terhadap inflasi dan kebutuhan untuk menurunkannya ke target dengan kecepatan yang cukup.

"Saya menemukan komunikasinya sangat jelas dalam apa yang akan dan tidak akan dilakukan The Fed-nya. Dia jelas tetap teguh pada pendiriannya sehubungan dengan panduan ke depan dan risiko yang ditimbulkannya terhadap pasar. Dia ingin pasar menilai data dan menarik kesimpulan sendiri, seperti yang dilakukan The Fed secara tertutup."

Menurut Amini, satu hal yang kurang dari pidato ini adalah rencana yang kredibel untuk benar-benar memerangi inflasi. Mungkin, lanjutnya, hal itu berarti Warsh akan lebih keras dalam mengurangi neraca The Fed. “Tetapi ada banyak tanda tanya di sini.”

Warsh, kata Amini, secara khusus menyebutkan salah satu metode utamanya dalam mengevaluasi inflasi, yaitu pemisahan semua barang/jasa tertentu dalam keranjang PCE untuk melihat tingkat inflasi dari area-area yang mendasarinya.

“Saya tidak akan terkejut melihat lebih banyak penelitian di bidang ini di masa depan."

Investor, lanjutnya, kemungkinan akan melihat The Fed bergerak ke arah yang lebih hawkish. (MT)