USS Abraham Lincoln dan 3 kapal perusak masuki perairan Indo-Pasifik

Rabu, 31 Desember 2025

image

JAKARTA - Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln (CVN-72) saat ini beroperasi di Laut Filipina setelah menyelesaikan penugasan di Pasifik Barat dan kunjungan pelabuhan di Guam, kata pernyataan resmi Angkatan Laut AS dan laporan pelacakan kapal.

Abraham Lincoln Carrier Strike Group, yang dipimpin oleh kapal induk ini, termasuk wing udara yang dibawanya serta kapal perusak USS Frank E. Petersen Jr., USS Spruance, dan USS Michael Murphy, beroperasi di wilayah tanggung jawab Armada ke-7 AS, menjaga kehadiran maritim Amerika di Indo-Pasifik.

Dikutip zona-militar.com, menurut pernyataan resmi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AS terhadap keamanan maritim di kawasan. Guam berperan penting sebagai pusat logistik, komando, dan dukungan untuk kapal induk, kapal permukaan, dan kapal selam.

Laksamana Muda Todd Whalen, Komandan Abraham Lincoln Carrier Strike Group, mengatakan; "Penugasan kami di perairan Armada ke-7 menunjukkan komitmen kami terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Kunjungan ke pelabuhan strategis seperti Guam memperkuat kesiapan operasional kami dan memungkinkan kami tetap siap melaksanakan operasi maritim di kawasan ini."

Selain Abraham Lincoln, kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) beroperasi di Laut China Timur bersama 31st Marine Expeditionary Unit, menjalankan latihan dengan pesawat F-35B, MV-22B, AH-1Z, dan UH-1Y. Kapal selam serang cepat USS Seawolf, USS Greeneville, dan USS Annapolis juga bergerak antara Jepang, Korea Selatan, dan Guam untuk suplai dan pergantian awak.

Kapten Dan Keeler, komandan USS Abraham Lincoln, menambahkan; "Awak kapal saya antusias kembali ke kawasan ini, dan kami menantikan untuk menunjukkan kemampuan kapal induk dan kelompok serangnya. Para pelaut kami bersemangat mempelajari budaya baru dan memperkuat hubungan di seluruh kawasan selama penugasan ini."

Dengan kehadiran Abraham Lincoln dan unit-unit lain, Angkatan Laut AS mempertahankan operasi permukaan, udara, dan kapal selam aktif di Indo-Pasifik, memastikan kesiapan dalam penugasan rutin dan strategis di kawasan. (DH)