Dirut ANTM Untung Budiharto: Laba naik 34%, emas kontributor terbesar

Senin, 31 Agustus 2026

image

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan Rp6,91 triliun pada semester I 2026, naik 34% dari Rp5,14 triliun pada semester I 2025.

Laba per saham (EPS) ANTM mencapai Rp265,85, meningkat 36% dari Rp195,43 per saham pada semester I 2025.

Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, menyampaikan, “Pada 1H26 Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten.

“Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga Perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis Untung dalam keterangan resmi.

Penjualan Tumbuh 6%

ANTAM mencatat penjualan bersih Rp62,71 triliun pada semester I 2026, naik 6% dari Rp59,02 triliun pada semester I 2025.

Penjualan domestik menjadi kontributor utama dengan nilai Rp60,15 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan. Penjualan tersebut ditopang produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.

Emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi 80% terhadap total penjualan. Penjualan emas mencapai Rp50,39 triliun, naik 1% dari Rp49,68 triliun pada semester I 2025.

Volume penjualan emas mencapai 18.080 kilogram, sedangkan produksi emas dari tambang ANTM mencapai 433 kilogram.

Segmen nikel menyumbang Rp10,41 triliun atau 17% dari total penjualan, meningkat 32% dari Rp7,87 triliun pada semester I 2025.

ANTM memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel dan menjual 6,77 juta wmt sepanjang semester I 2026. Produksi feronikel mencapai 7.788 ton nikel (TNi), sementara penjualannya naik 32% menjadi 7.605 TNi dari 5.763 TNi.

Segmen bauksit dan alumina menyumbang Rp1,88 triliun atau 3% dari total penjualan, naik 28% dari Rp1,46 triliun pada semester I 2025.

Produksi bauksit mencapai 1,28 juta wmt, sedangkan penjualan mencapai 1,26 juta wmt, meningkat 24% dari 1,01 juta wmt pada semester I 2025.

Produksi alumina mencapai 100.257 ton, naik 12% dari 89.385 ton. Penjualan alumina juga meningkat 10% menjadi 100.437 ton dari 91.109 ton.

Profitabilitas Menguat

Pertumbuhan penjualan diikuti penguatan profitabilitas ANTM. EBITDA mencapai Rp9,62 triliun, naik 35% dari Rp7,11 triliun pada semester I 2025.

Laba kotor mencapai Rp10,85 triliun, meningkat 32% dari Rp8,24 triliun. Sementara itu, laba usaha naik 38% menjadi Rp8,44 triliun dari Rp6,14 triliun.

Penghasilan lain-lain meningkat 41% menjadi Rp559,37 miliar dari Rp395,42 miliar. Kenaikan tersebut terutama berasal dari laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi.

Dari sisi neraca, total aset ANTM meningkat 27% menjadi Rp61,27 triliun dari Rp48,38 triliun. Ekuitas juga naik 14% menjadi Rp38,53 triliun dari Rp33,71 triliun. Kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada akhir semester I 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM, Arini Kasmira, menyampaikan bahwa fokus Perseroan adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan.

Untuk itu, katanya, ANTAM akan terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion, serta alokasi modal secara prudent.

“Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTAM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, mendukung agenda pertumbuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujarnya .(DH)