NATO: Rusia tingkatkan aksi hibrida di Eropa, belum ada ancaman

Senin, 31 Agustus 2026

image

NEW YORK — NATO menilai Rusia meningkatkan aksi hibrida di Eropa, meski aliansi pertahanan tersebut belum melihat adanya ancaman serangan dalam waktu dekat.

Seperti dikutip Reuters, seorang pejabat NATO mengatakan pada Minggu bahwa Rusia meningkatkan serangan terhadap Ukraina sekaligus memperluas aktivitas hibrida di Eropa.

“Bahkan ketika Rusia menghadapi perlawanan yang sangat kuat dari Ukraina, mereka meningkatkan serangan terhadap Ukraina serta aksi hibrida di Eropa,” ujar pejabat tersebut.

Ia menegaskan NATO tetap waspada terhadap berbagai ancaman yang dihadapi aliansi.

“Untuk saat ini, kami tidak melihat adanya ancaman serangan dalam waktu dekat,” katanya.

Pejabat tersebut juga menegaskan NATO akan terus mendukung Ukraina dan bekerja untuk menjaga keamanan sekitar 1 miliar penduduk negara-negara anggotanya.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk sebelumnya mengatakan Polandia dan NATO harus bersiap menghadapi berbagai skenario.

Ia juga menilai kemungkinan Rusia melakukan provokasi terhadap salah satu anggota NATO tidak dapat dikesampingkan.

Direktur CIA John Ratcliffe terbang ke Rusia pada Selasa untuk bertemu secara singkat dengan mitranya dari badan intelijen Rusia.

Dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan Ratcliffe membahas kemungkinan operasi Rusia terhadap salah satu anggota NATO.

Namun, belum diketahui apakah isu tersebut menjadi satu-satunya tujuan kunjungannya.

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pemerintah Jerman akan segera mengumumkan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan serangan drone terhadap Bandara Leipzig/Halle pada awal bulan ini.

Rusia secara konsisten membantah keterlibatan dalam perencanaan sabotase maupun serangan terhadap Eropa.

Moskow juga menolak tuduhan tersebut sebagai upaya negara-negara Barat untuk menimbulkan kekhawatiran. (DK)