Unilever tambah investasi Rp2,59 triliun di Sei Mangkei
Senin, 31 Agustus 2026
JAKARTA - PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) memperluas fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan investasi US$155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun.
UOI meresmikan ekspansi fasilitas tersebut pada Rabu (26/8). Fasilitas baru itu memproduksi fatty alcohol, salah satu bahan baku industri oleokimia untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari.
Ekspansi tersebut menambah investasi UOI di KEK Sei Mangkei. Hingga 2026, investasi kumulatif UOI di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp9,31 triliun.
UOI juga menjadi salah satu kontributor utama ekspor KEK Sei Mangkei. Pada semester I 2026, ekspor UOI mencapai sekitar Rp7,14 triliun atau lebih dari 50% dari total ekspor pelaku usaha di kawasan tersebut yang mencapai Rp13,78 triliun.
Produk UOI, antara lain fatty acid, glycerin, dan soap noodles, telah menjangkau 42 negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, dan Prancis.
Mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, mengatakan ekspansi UOI mencerminkan investasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mendukung penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat ekspor.
“Ekspansi UOI menunjukkan bahwa KEK Sei Mangkei telah berkembang melampaui sekadar lokasi investasi menjadi sebuah ekosistem industri yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Di dalam kawasan ini, UOI memainkan peran penting sebagai salah satu investor utama,” ujar Rizal Edwin dalam laman resmi kek.go.id.
Ekspansi fasilitas tersebut merupakan kelanjutan investasi UOI setelah groundbreaking Project KernelMax pada 2024.
Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat hilirisasi sumber daya di dalam negeri, dan meningkatkan kemampuan manufaktur Unilever di Indonesia.
Chief Supply Chain Officer Unilever, Willem Uijen, mengatakan perusahaan berkomitmen memperkuat basis manufakturnya di Indonesia.
“Sebagai perusahaan yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 90 tahun, Unilever sepenuhnya mendukung visi nasional tersebut. Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat manufaktur global, seperti sumber daya melimpah, SDM kompetitif, ekosistem kewirausahaan yang kuat, dan infrastruktur modern,” ujar Willem.
Hingga 2026, KEK Sei Mangkei mencatat investasi kumulatif sekitar Rp33,15 triliun dengan serapan tenaga kerja 16.191 orang dan 29 pelaku usaha.(DH)