India belanja pertahanan US$8,8 miliar untuk perkuat militer

Rabu, 31 Desember 2025

image

INDIA - Pemerintah India menyetujui proposal pengadaan pertahanan senilai 790 miliar rupee atau sekitar US$8,78 miliar guna meningkatkan kemampuan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Persetujuan diberikan oleh Defence Acquisition Council (DAC) yang dipimpin Menteri Pertahanan Rajnath Singh.

Dikutip reuters.com, kementerian pertahanan India menyatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk pembelian berbagai sistem utama, termasuk radar, radio, amunisi presisi, sistem pertahanan drone, hingga pesawat tanpa awak untuk misi pengintaian jarak jauh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan militer di tengah dinamika keamanan kawasan.

Untuk Angkatan Darat, DAC menyetujui pengadaan loiter munition bagi resimen artileri, radar ringan jarak rendah, amunisi roket berpemandu jarak jauh untuk sistem Pinaka, serta Integrated Drone Detection and Interdiction System (Mk-II).

Sistem-sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, deteksi drone terbang rendah, serta perlindungan aset vital di wilayah pertempuran dan hinterland.

Angkatan Laut India mendapat persetujuan untuk pengadaan high frequency software defined radios (HF SDR) Manpack serta penyewaan pesawat tanpa awak HALE (high altitude long range) guna mendukung misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian berkelanjutan di kawasan Samudra Hindia.

Sementara itu, untuk Angkatan Udara, DAC menyetujui pengadaan automatic take-off landing recording system, rudal Astra Mk-II, full mission simulator, serta SPICE-1000 long range guidance kits.

Kementerian Pertahanan menegaskan, penerapan sistem perekaman lepas landas dan pendaratan otomatis akan mengisi celah dalam lingkungan keselamatan penerbangan dengan menyediakan perekaman otomatis pendaratan dan lepas landas berdefinisi tinggi dalam segala cuaca."

Rudal Astra Mk-II dengan jangkauan lebih jauh diharapkan meningkatkan kemampuan tempur pesawat tempur India dari jarak aman, sementara simulator misi penuh untuk jet tempur Tejas akan memperkuat pelatihan pilot secara lebih efisien dan aman.

Adapun SPICE-1000 ditujukan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh Angkatan Udara India.(DH)