China wajibkan pabrik chip pakai 50% peralatan lokal

Rabu, 31 Desember 2025

image

CHINA - Pemerintah China secara diam-diam menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan produsen semikonduktor menggunakan minimal 50% peralatan buatan dalam negeri setiap kali menambah kapasitas manufaktur chip.

Kebijakan ini, sebagaimana dilaporkan Reuters, ditujukan untuk mempercepat adopsi teknologi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok asing dalam rantai pasok semikonduktor.

Aturan tersebut tidak dituangkan dalam regulasi resmi, namun diterapkan melalui proses perizinan.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan yang mengajukan persetujuan pembangunan atau ekspansi pabrik chip diminta membuktikan bahwa setidaknya separuh belanja peralatan dialokasikan ke pemasok domestik. Permohonan yang tidak memenuhi ambang batas tersebut dilaporkan kerap ditolak.

Pejabat pemerintah bahkan menyebut angka 50% sebagai batas minimum, bukan target akhir.

Dalam jangka panjang, China menargetkan penggunaan penuh peralatan wafer fab buatan dalam negeri. Meski demikian, regulator tetap memberikan fleksibilitas secara kasus per kasus, terutama ketika alternatif lokal belum tersedia secara memadai.

Pelonggaran terutama diberikan untuk fasilitas manufaktur chip berteknologi maju. Untuk lini produksi dengan proses matang, aturan diterapkan lebih ketat, sementara pabrik chip berteknologi canggih mendapat pengecualian sementara karena keterbatasan peralatan domestik, khususnya mesin litografi.

Data Reuters menunjukkan produsen chip yang terafiliasi negara memesan 421 unit mesin litografi dan komponen buatan lokal sepanjang tahun ini dengan nilai gabungan sekitar 850 juta yuan atau setara US$121,3 juta. Namun, angka tersebut mencakup suku cadang, sehingga tidak mencerminkan jumlah mesin baru yang benar-benar diproduksi.

Nilai tersebut dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan harga mesin litografi global. Mesin KrF dan ArF kering buatan ASML untuk proses matang bernilai puluhan juta dolar per unit, sementara mesin DUV immersion untuk teknologi maju harganya jauh lebih tinggi.

Hal ini menegaskan bahwa produsen China saat ini masih terbatas pada pembuatan mesin litografi berbiaya lebih rendah untuk teknologi lama dan dalam jumlah yang terbatas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski Beijing mendorong substitusi impor secara agresif, kemampuan industri peralatan semikonduktor domestik masih belum mampu sepenuhnya menggantikan peran pemasok global, terutama untuk teknologi manufaktur chip generasi terbaru. (DH)