Agustus ditutup outflow asing, CPIN top sell hingga Rp681 miliar
Senin, 31 Agustus 2026
JAKARTA – Sudah empat hari merah, perdagangan saham investor asing di Bursa Efek Indonesia menutup bulan Agustus, pada Senin (31/8), masih dengan posisi net sell.
Sebelumnya, perdagangan saham oleh asing pada Jumat (28/8), ditutup pada posisi net sell Rp442,38 miliar. Angka ini merosot menjadi net sell senilai Rp710,56 miliar hari ini.
Nilai perdagangan asing di pasar reguler sendiri meningkat tajam di kedua sisi. Nilai pembelian asing (foreign buy) melonjak dari Rp3,81 triliun menjadi Rp9,07 triliun, sedangkan nilai penjualan asing (foreign sell) melambung dari Rp4,25 triliun menjadi Rp9,78 triliun.
Saham CPIN, emiten agribisnis di bawah naungan Charoen Pokphand Group (CP Group) asal Thailand, tercatat sebagai saham dengan nilai net sell tertinggi hari ini.
Berikut adalah top 5 net sell asing di pasar reguler:
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan nilai net sell tertinggi, yaitu Rp681,8 miliar. Volume transaksi asing emiten ini tercatat net sell sebanyak 230 juta lembar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membukukan nilai net sell sekitar Rp189,4 miliar. Volume transaksi asingnya dicatat sebagai net sell 20,47 juta lembar.
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) tercatat dengan nilai net sell sebesar Rp129,4 miliar, dan volume net sell yang mencapai 1,23 miliar lembar.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan net sell Rp97 miliar. Volume transaksi asingnya net sell sebanyak 58,67 juta lembar.
PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan nilai net sell Rp96,7 miliar. Volumenya dicatat di posisi net sell sebesar 20,16 juta lembar.
Sementara itu, BBRI memimpin daftar top buy, disusul dua saham perbankan lain.
Berikut adalah top 5 net buy asing di pasar reguler:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan nilai net buy tertinggi, yaitu Rp371,3 miliar. Volume transaksinya tercatat net buy sebanyak 110 juta lembar.
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) membukukan nilai net buy Rp135 miliar, sekaligus volume net buy yang cukup signifikan, di angka 690 juta lembar.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul dengan nilai net buy Rp103,9 miliar, dengan volume net buy sebanyak 26,96 juta lembar.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tercatat dengan net buy Rp95,8 miliar. Emiten ini tercatat dengan volume net buy sebesar 34,21 juta lembar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menutup dengan nilai net buy sebesar Rp86,8 miliar. Volume perdagangan asingnya net buy sebesar 13,37 juta lembar.(KD)
Ingin tahu data transaksi investor asing lebih lengkap? Klik di sini.