PSAB hapus aset Penjom US$102,9 juta di tengah lonjakan laba 803,15%

Selasa, 01 September 2026

image

JAKARTA – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), emiten tambang emas, mencatatkan laba bersih melonjak 9 kali lipat secara tahunan pada akhir semester I 2026 menjadi US$177,89 juta.

Namun, angka ini justru anjlok dibandingkan kuartal I 2026 lalu, ketika PSAB mencetak laba bersih US$265,94 juta – mengindikasikan bahwa Perseroan justru merugi hingga US$88,05 juta pada kuartal II 2026.

PSAB sebenarnya juga masih mencatatkan peningkatan penjualan, baik kuartalan maupun tahunan, hingga akhir Juni 2026. Perseroan membukukan penjualan emas naik 14,5% secara tahunan hingga US$160,64 juta – atau naik 24,3% secara kuartalan.

Penjualan emas PSAB per semester I 2026 didominasi penjualan domestik hingga 91%. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berkontribusi US$86,33 juta, sedangkan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) berkontribusi US$59,53 juta.

Beban pokok Perseroan juga menyusut signifikan hingga 63,78% secara tahunan, membuat margin laba kotor meroket dari 62,72% menjadi 88,20%.

Doup dilepas, aset Penjom dihapus

Kinerja PSAB di paruh pertama 2026 masih ditopang keuntungan dari pelepasan PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada entitas anak PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) – yang menghasilkan keuntungan divestasi hingga US$298,60 juta.

Namun, selain melepas Proyek Doup yang dikelola ASA, PSAB juga tercatat menghapus (write-off) properti pertambangan pada area of interest Tambang Penjom di Malaysia dengan nilai yang signifikan, hingga US$102,92 juta, pada semester I 2026 ini.

Hal ini membuat beberapa pos beban membengkak, termasuk pos amortisasi dan penghapusan (write-off), serta kerugian akibat penurunan nilai properti tambang dan penurunan nilai aset tetap.

Area operasional PSAB

Sebagai catatan, Penjom dikelola oleh anak usaha PSAB, J Resources Gold (UK) Ltd (JRGL). Area tambang tercatat seluas 1.223 hektare (ha) dengan cadangan terbukti (proven reserves) sebesar 5 ribu ounces (oz).

Beberapa lokasi tambang Penjom memiliki masa izin tambang yang akan berakhir pada periode sekitar 2027 – 2030.

Usai menjual Proyek Doup, selain Penjom di Malaysia, PSAB kini hanya bergantung pada Blok Bakan dan Lanut di Tambang Bakan, Sulawesi Utara – dengan kontrak karya yang berlaku hingga 2034 mendatang.

Dikelola oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), Tambang Bakan memiliki area tambang hingga 38.150 ha dan total proven reserves 114.221 oz.

Hingga akhir Juni 2026, Tambang Penjom telah memproduksi 4.734 ons emas, sedangkan Tambang Bakan memproduksi 42.590 ons – atau total 47.324 ons, turun tipis 1,55% secara tahunan. (ZH)