Nvidia siap acquihire startup AI Israel dengan 200 talenta US$3 miliar

Kamis, 01 Januari 2026

image

JAKARTA – Nvidia dikabarkan tengah melakukan pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi AI21 Labs, startup kecerdasan buatan asal Israel, dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$2–3 miliar.

Dikutip dari calcalistech.com, jika terealisasi, akuisisi ini akan menjadi langkah strategis Nvidia untuk memperkuat basis talenta AI, ketimbang mengincar teknologi atau lini produk utama AI21. Sejumlah sumber menilai transaksi ini lebih menyerupai skema 'acquihire', yakni akuisisi yang berorientasi pada perekrutan sumber daya manusia.

[[ Acquihire adalah kata jargon bisnis-startup yang berasal dari gabungan = acquisition + hire ]]

Minat utama Nvidia disebut tertuju pada sekitar 200 karyawan AI21, yang mayoritas memiliki latar belakang akademik kuat dan keahlian langka di bidang pengembangan kecerdasan buatan. Dengan skema tersebut, nilai implisit akuisisi diperkirakan mencapai US$10–15 juta per karyawan.

AI21 sebelumnya mengantongi pendanaan sekitar US$300 juta dalam putaran yang dipimpin Nvidia dan Google pada awal 2025, meski tidak pernah diumumkan secara resmi. Valuasi perusahaan diperkirakan tidak jauh berubah dari putaran pendanaan 2023 yang menempatkan nilainya di kisaran US$1,4 miliar. Google juga sempat menjajaki kemungkinan akuisisi sebelum pembicaraan dengan Nvidia menguat dalam beberapa pekan terakhir.

Didirikan pada 2017 oleh Profesor Amnon Shashua, Profesor Yoav Shoham, dan Ori Goshen, AI21, di Tel Aviv, Sirael, semula diproyeksikan menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan model bahasa berskala besar.

Namun, dalam dua tahun terakhir, perusahaan kesulitan mengejar laju pemain global seperti OpenAI dan Anthropic, serta menghentikan pengembangan produk konsumen Wordtune pada April lalu.

Saat ini, AI21 berfokus pada pengembangan model bahasa khusus untuk segmen enterprise. Produk andalannya, Maestro, diklaim mampu meningkatkan akurasi model hingga 50%. Meski demikian, pendapatan tahunan perusahaan diperkirakan masih terbatas, sekitar US$50 juta.

Bagi Nvidia, potensi akuisisi AI21 akan menjadi langkah ekspansi terbaru di Israel, setelah sebelumnya mengakuisisi Mellanox, Deci, dan Run:ai. Nvidia juga tengah memperluas kehadirannya di negara tersebut, termasuk rencana pembangunan kampus besar di Kiryat Tivon yang diproyeksikan dapat menampung hingga 10.000 karyawan.

Sementara itu, bagi Amnon Shashua, penjualan AI21 berpotensi menjadi capaian yang relatif lebih kecil dibandingkan kesuksesan Mobileye, yang diakuisisi Intel senilai US$15 miliar pada 2016. Shashua kini diketahui tengah aktif mengembangkan startup AI baru, AAI, yang berfokus pada pengembangan model penalaran dan kemampuan “berpikir”.

Dalam tulisannya, Shashua menyebut tujuan AAI adalah mewujudkan era penemuan baru melalui pengembangan kode untuk kecerdasan super.

Hingga berita ini dipublikasikan, AI21 menolak berkomentar, sementara Nvidia belum memberikan tanggapan resmi. (DH)