India siapkan sistem AI agar UPI bisa bayar sendiri

Rabu, 02 September 2026

image

MUMBAI — India tengah menyiapkan kerangka pembayaran yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) melakukan transaksi digital bernilai kecil tanpa persetujuan pengguna untuk setiap transaksi.

Jika terealisasi, sistem tersebut akan menjadikan Unified Payments Interface (UPI) salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia yang mendukung transaksi berbasis AI.

Dikutip dari Reuters, tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan protokol bernama Unified Agent Protocol kemungkinan diperkenalkan pada pekan depan dalam Global Fintech Fest di Mumbai.

Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena rincian rencana tersebut belum dipublikasikan.

Sejumlah perusahaan pembayaran telah mengembangkan sistem serupa di Amerika Serikat (AS), Eropa, Singapura, dan Australia.

Penerapannya di UPI akan menempatkan India sebagai salah satu negara pertama yang memiliki infrastruktur pembayaran AI berskala nasional.

UPI dioperasikan oleh National Payments Corporation of India (NPCI) dan menjadi sistem pembayaran ritel instan terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi, menurut laporan IMF pada 2025.

Pada Agustus, UPI memproses 24,51 miliar transaksi senilai 29,82 triliun rupee India atau sekitar US$314,21 miliar. Google Pay dan PhonePe milik Walmart menyumbang sekitar tiga perempat dari total volume transaksi bulanan tersebut.

NPCI belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Pengembangan Awal

Pembelian bernilai kecil dan dilakukan secara rutin, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, diperkirakan menjadi salah satu penggunaan awal.

Platform e-commerce juga dinilai berada dalam posisi yang tepat untuk menangkap permintaan pada tahap awal.

Penggunaan teknologi tersebut nantinya dapat berkembang. Agen AI, misalnya, dapat melakukan pembelian berdasarkan penawaran dan diskon.

Agen tersebut juga dapat melakukan investasi berdasarkan batas harga yang telah ditentukan pengguna.

Protokol ini diperkirakan memanfaatkan dua mekanisme UPI yang sudah tersedia, yakni UPI Circle dan Reserve Pay.

UPI Circle memungkinkan pemilik rekening utama memberikan kewenangan pembayaran kepada pengguna sekunder, termasuk agen AI.

Sementara itu, Reserve Pay memungkinkan pengguna memblokir dana untuk beberapa transaksi.

Saat ini, bank membatasi dana yang dapat diblokir hingga 10.000 rupee atau sekitar US$105,44 selama maksimal 90 hari.

Batas dan masa berlaku tersebut kemungkinan ditinjau kembali untuk penggunaan oleh agen AI.

NPCI juga diperkirakan akan menyediakan infrastruktur agar merchant dapat terhubung secara langsung.

Pengguna nantinya dapat menetapkan aturan mengenai kapan agen AI melakukan pembayaran dan berapa nilainya.

Sistem tersebut akan dilengkapi batas pengeluaran, rekam jejak transaksi, serta pemeriksaan identitas.

NPCI juga berencana menyiapkan kerangka tanggung jawab hukum, meski sumber tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Jaringan pembayaran global Mastercard dan Visa juga tengah mengembangkan kemampuan pembayaran berbasis AI di India.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan memanfaatkan perkembangan perdagangan berbasis AI.

Mastercard menyelesaikan transaksi berbasis AI pertamanya yang telah terautentikasi di New Delhi pada Juni.

Sementara itu, perusahaan teknologi finansial Pine Labs meluncurkan protokol pembayaran berbasis AI bernama P3P pada awal tahun ini.

Protokol tersebut memungkinkan agen AI melakukan pembayaran melalui UPI setelah pengguna memberikan satu kali otorisasi. (ARF)