Akuisisi rampung, TPIA resmi kuasai jaringan SPBU Esso di Singapura
Jumat, 02 Januari 2026

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten holding Grup Chandra Asri, mengawali tahun 2026 dengan penyelesaian akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura dari ExxonMobil.
“Transaksi ini telah diselesaikan setelah dipenuhinya seluruh persetujuan regulasi yang berlaku serta ketentuan penutupan transaksi ini,” ujar manajemen dalam siaran resminya, Kamis (1/1).
Rampungnya akuisisi ini sesuai dengan rencana manajemen TPIA, yaitu pada akhir tahun 2025. TPIA disebut akan tetap mempertahankan jenama “Esso,” dan tetap membeli bensin dari ExxonMobil.
Meski siaran resmi tidak menyebutkan nilai transaksi pengambilalihan ini, menurut laporan Bloomberg News pada 2024, total nilai penjualan 59 SPBU Esso di Singapura dapat mencapai sekitar US$1 miliar.
Sebelumnya, IDNFinancials.com melaporkan bahwa TPIA telah sukses meraih pendanaan dari perusahaan investasi global, KKR, dalam rangka akuisisi tersebut. Pinjaman khusus (bespoke financing) ini bernilai US$750 juta.
Selain itu, anak usaha TPIA, PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA), juga telah memberikan pinjaman kepada entitas terafiliasi, Chandra Asri Capital Pte. Ltd (CAC), sejumlah US$95 juta.
Pinjaman tersebut ditujukan untuk mendanai kegiatan operasional, “termasuk namun tidak terbatas untuk rencana investasi CAC di sektor penyediaan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar di Singapura,” tambah manajemen Perseroan dalam keterangan resmi, Senin (22/12).
Perseroan mengaku bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Chandra Asri Group untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi di Singapura.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, dengan kendaraan usaha patungannya bersama Glencore, Aster Chemicals and Energy (Aster), Chandra Asri Group telah berekspansi ke berbagai proyek energi dan petrokimia.
Aster telah mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura, pada tahun 2025, dan kini menguasai kilang dengan kapasitas 237.000 barel per hari minyak mentah (BOPD), ethylene cracker 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, dan aset-aset kimia hilir lainnya di Pulau Jurong.
Di tahun yang sama, Aster juga menguasai aset Chevron, memasuki industri bioavtur melalui Aether Fuels, serta membentuk Aster Power untuk berfokus pada inisiatif dekarbonisasi dan energi terbarukan. (ZH)