Inggris pertahankan hubungan dagang pragmatik dengan China

Rabu, 02 September 2026

image

ASHEVILLE – Inggris akan mempertahankan hubungan yang pragmatis dengan China dalam perdagangan di tengah upaya mengatasi isu ketidakseimbangan ekonomi global yang dinilai sensitif.

Chief Secretary to the UK Treasury Emma Reynolds mengatakan hal tersebut dalam wawancara dengan Reuters di sela-sela pertemuan para pemimpin keuangan G20 di North Carolina, Amerika Serikat (AS), Selasa (1/9), mengutip dari Reuters.

Menurut Reynolds, Inggris tetap menjalankan hubungan perdagangan yang terbuka dengan negara-negara sahabat, sembari menerapkan sanksi dan embargo terhadap Iran, Rusia, serta negara lain yang memulai perang atau berupaya memperoleh senjata nuklir.

“Kami memiliki hubungan yang pragmatis dengan China, yakni bekerja sama dalam hal-hal yang kami sepakati, tetapi juga menentang dalam bidang yang tidak kami sepakati,” kata Reynolds.

Ia mengakui bahwa isu ketidakseimbangan ekonomi global merupakan persoalan yang sensitif dan kompleks.

Namun, Inggris akan berupaya menavigasi persoalan tersebut.

Ketika ditanya apakah upaya mengurangi ketidakseimbangan global berarti Inggris perlu mengikuti seruan Menteri Keuangan AS Scott Bessent agar negara-negara G20 mempertimbangkan hambatan perdagangan terhadap barang-barang China seperti yang dilakukan AS, Reynolds mengatakan Inggris pada prinsipnya akan tetap mempertahankan perdagangan terbuka.

“Sebagai aturan umum, kami adalah ekonomi perdagangan yang sangat terbuka dan kami percaya, sebagai prinsip umum, bahwa perdagangan bebas lebih baik daripada memasang hambatan,” ujarnya. (DK)