Putin klaim Rusia menang perang Ukraina, sebut Kyiv sebagai teroris
Rabu, 02 September 2026
MOSCOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia berada di jalur kemenangan dalam perang di Ukraina.
Seperti dikutip Reuters, Ia juga menyebut kepemimpinan Ukraina sebagai “teroris” yang membuat Moskow tidak dapat melakukan negosiasi dengan Kyiv.
Dalam pernyataan terperincinya mengenai perang dalam beberapa pekan terakhir, Putin mengakui serangan Ukraina di wilayah Rusia telah menimbulkan kerusakan nyata.
Menurutnya, serangan menggunakan drone menjadi salah satu tantangan utama bagi Rusia.
Namun, Putin menegaskan pasukan Rusia terus mengalami kemajuan di medan perang.
“Saya tidak ragu musuh akan runtuh,” kata Putin kepada wartawan. Ia menolak menyebutkan kapan hal tersebut akan terjadi.
Putin juga membantah spekulasi bahwa Rusia akan kembali melakukan mobilisasi militer.
Ia menyebut rumor mengenai kemungkinan mobilisasi baru sebagai “omong kosong belaka”.
Putin Klaim Kemajuan Rusia Meningkat
Lebih dari empat setengah tahun sejak perang dimulai, Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina.
Perundingan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat terhenti pada Februari setelah AS dan Israel terlibat perang dengan Iran.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan meningkatnya kejenuhan masyarakat Rusia terhadap perang.
Sementara itu, sejumlah tokoh berpengaruh mulai memperingatkan tekanan yang semakin besar terhadap perekonomian Rusia.
Meski demikian, Putin tampil percaya diri dan mengambil sikap tegas ketika memaparkan perkembangan terbaru di garis depan.
Ia mengatakan laju kemajuan pasukan Rusia semakin cepat.
Putin mengklaim pasukan Rusia telah merebut sekitar 270 kilometer persegi wilayah Donetsk di Ukraina timur sepanjang Agustus.
Ia juga mengatakan dua kelompok besar pasukan Ukraina, masing-masing terdiri dari sekitar 4.500-4.800 tentara dan hingga 2.000 tentara, telah terkepung.
Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.
Menurut Putin, pasukan Rusia terus bergerak menuju kota Sloviansk dan Kramatorsk.
Ia juga mengatakan Moskow tengah mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Putin turut menanggapi pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang memperingatkan maskapai penerbangan bahwa drone Ukraina secara efektif dapat menutup wilayah udara Rusia.
Putin menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk “terorisme negara” dan mengatakan Moskow akan mencari cara untuk merespons jika ancaman itu benar-benar terjadi.
Berbicara dalam konferensi pers setelah menghadiri pertemuan puncak di Kirgistan, Putin mengatakan negosiasi dengan “teroris” tidak mungkin dilakukan.
Namun, ia menyatakan Moskow tetap terbuka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang, bukan sekadar membekukannya.
Putin juga kembali menyatakan kesediaannya untuk berbicara dengan utusan Presiden AS Donald Trump.
“Jika seseorang membuat atau dapat memberikan kontribusi nyata terhadap proses ini, kami mendukungnya,” kata Putin.
Ia menambahkan bahwa Moskow tidak ingin proses negosiasi berjalan tanpa hasil. Menurutnya, Rusia tidak menentang upaya pihak lain untuk memberikan kontribusi positif terhadap perundingan yang saat ini dinilai masih dalam kondisi agak beku.
Putin Akui Serangan Drone Rusak Kilang Minyak
Putin secara khusus mengakui bahwa serangan drone Ukraina telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah kilang minyak Rusia.
Namun, ia tidak menyinggung kelangkaan bahan bakar yang terjadi akibat serangan tersebut.
Ia mengatakan tingkat perlindungan terhadap fasilitas energi Rusia telah meningkat.
“Kami hanya memiliki 10% kilang kami yang masih harus diperbaiki,” kata Putin.
Putin juga mengecam tuduhan pemerintah Jerman yang menyebut Rusia berada di balik upaya serangan drone di Bandara Leipzig bulan lalu.
Menurut Putin, pemerintahan Kanselir Friedrich Merz menuding Moskow untuk mengalihkan perhatian dari persoalan domestik dan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintah.
Putin bahkan menuduh Jerman menanam bukti untuk menjebak Rusia dalam kasus serangan drone tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan dasar dari tuduhan itu. (DK)