Bank Aladin tawarkan sukuk Rp500 miliar, imbal hasil capai 8,25%

Jumat, 02 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), emiten bank digital syariah, menawarkan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar untuk memperkuat modal pembiayaan.

Sukuk Wakalah I Tahap I/2025 ini merupakan bagian dari Penawaran Umum kepada Pemodal Profesional Sukuk Wakalah Berkelanjutan I BANK senilai total Rp2 triliun.

Berdasarkan prospektusnya, sukuk ini memiliki tenor 370 hari, dengan imbal hasil setara dengan 8,25%, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan, mulai 8 April 2026 mendatang.

Penawaran sukuk ini telah dimulai sejak 31 Desember 2025, dan akan berakhir pada 5 Januari 2026 mendatang, dengan pencatatan pada 9 Januari 2026.

“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Wakalah ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang menjadi kewajiban Perseroan, akan dipergunakan untuk penyaluran pembiayaan untuk mendukung kinerja Perseroan,” ujar manajemen dalam prospektusnya, Rabu (31/12).

Menurut Perseroan, struktur pendanaan kini masih didominasi oleh deposito jangka pendek dengan tenor 1 dan 3 bulan, sedangkan portofolio pembiayaan memiliki jangka waktu menengah hingga panjang.

Hal ini lantas dapat menimbulkan maturity mismatch dan berisiko mengganggu likuiditas.

“Setelah penerbitan sukuk, komposisi pendanaan tenor 1 bulan diproyeksikan turun dari 34,9% menjadi 29,6%, sementara pendanaan jangka panjang meningkat, sehingga profil jatuh tempo liabilitas menjadi lebih seimbang,” tambah manajemen.

Untuk mengatasi risiko maturity mismatch tersebut, Perseroan melakukan optimalisasi pricing deposito untuk mengarahkan komposisi DPK ke tenor yang lebih panjang.

Hal ini sejalan dengan tujuan diversifikasi produk pendanaan jangka menengah-panjang Perseroan, “melalui pengembangan instrumen syariah yang memberikan pilihan pendanaan lebih stabil bagi nasabah.”

Hingga akhir September 2025, financing-to-deposit ratio (FDR) BANK memang tercatat hanya mencapai 59,73%, ambles dari 85,06% per September 2024 lalu.

Namun, BANK berhasil membalikkan rugi bersih menjadi laba bersih pada akhir kuartal III 2025 lalu, sebesar Rp128,15 miliar. (ZH)