Kapitalisasi perusahaan treasury kripto capai US$340 miliar
Rabu, 02 September 2026
JAKARTA – Kapitalisasi pasar gabungan perusahaan digital asset treasury (DAT), emiten yang menjadikan aset kripto sebagai strategi neraca utama, mencapai sekitar US$340 miliar, naik 10% sejak pertengahan Agustus seiring kenaikan saham perusahaan pemegang aset kripto.
Dikutip dari The Block, valuasi sektor tersebut masih lebih rendah dibanding sekitar US$490 miliar pada Oktober–November 2025, saat bitcoin sempat mencapai rekor sekitar US$126.000.
Model tersebut umumnya menggunakan penerbitan saham atau instrumen pendanaan lain untuk memperoleh modal, yang kemudian digunakan membeli aset kripto. Kinerja perusahaan dalam sektor ini berbeda-beda, tergantung jenis aset yang dimiliki.
Strategy Inc. (NASDAQ: MSTR), yang berfokus pada bitcoin, naik sekitar 30% sejak tren penguatan terbaru dimulai, bahkan mengungguli kenaikan bitcoin sekitar 10% sejak 17 Agustus.
Sementara itu, BitMine Immersion Technologies (NYSE: BMNR) yang berfokus pada ethereum naik sekitar 27% pada periode yang sama, menurut data The Block.
Namun, sejumlah perusahaan DAT berbasis altcoin mencatat kenaikan lebih besar. Cypherpunk Technologies Inc. (Nasdaq: CYPH), yang memiliki eksposur terhadap zcash, naik sekitar 142%, sedangkan Hyperliquid Strategies Inc. (Nasdaq: PURR) yang berfokus pada Hyperliquid naik sekitar 62%.
Sebagai perbandingan, harga zcash naik sekitar 56% dan HYPE naik sekitar 36% pada periode yang sama. Kinerja tersebut menunjukkan saham DAT dapat bergerak lebih besar dibanding aset kripto yang menjadi dasar kepemilikannya.
Model bisnis perusahaan treasury altcoin berbeda dari Strategy yang sebagian besar hanya menyimpan bitcoin. Perusahaan ethereum, misalnya, dapat melakukan staking atas kepemilikannya untuk memperoleh imbalan sekaligus membantu mengamankan jaringan.
PURR mengoperasikan validator Hyperliquid yang turut berpartisipasi dalam tata kelola jaringan, sedangkan CYPH menjalankan operasi penambangan untuk menyumbang hashrate ke jaringan zcash.
Aktivitas semacam ini memberi perusahaan manfaat ekonomi tambahan di luar perubahan harga aset yang disimpan, sesuatu yang tidak tersedia bagi treasury bitcoin karena bitcoin tidak memakai mekanisme staking.
Data CoinGecko yang dikutip sejumlah laporan mencatat jumlah perusahaan DAT tumbuh dari empat pada 2020 menjadi 142 pada akhir 2025, dengan 76 perusahaan baru terbentuk sepanjang tahun tersebut.
Nilai aset kripto yang dimiliki perusahaan DAT mencapai sekitar US$137,3 miliar pada akhir Oktober 2025, dengan bitcoin menyumbang sekitar 82,6% dari nilai tersebut, disusul ethereum 13,2% dan solana 2,1%.
Amerika Serikat memiliki jumlah perusahaan DAT terbanyak, sekitar 60 perusahaan pada periode tersebut, disusul Kanada dengan 19 perusahaan dan China dengan 10 perusahaan.
Strategy tetap menjadi treasury bitcoin terbesar di dunia berdasarkan data CoinGecko tersebut. Pada akhir Agustus, perusahaan kembali membeli 4.603 bitcoin senilai sekitar US$369,7 juta, mengakhiri jeda pembelian sekitar 10 pekan.
Baca Juga: Strategy kembali borong 4.603 bitcoin senilai US$369,7 juta
IDNFinancials.com pada 1 September melaporkan pembelian tersebut meningkatkan kepemilikan Strategy menjadi 845.050 bitcoin, dengan total biaya akuisisi sekitar US$63,73 miliar.
Perusahaan treasury kripto juga menghadapi perdebatan mengenai klasifikasinya di indeks saham global.
Baca Juga: MSCI ancam keluarkan dari indeks, Strategy: Bitcoin tak butuh MSCI
IDNFinancials.com sebelumnya melaporkan MSCI tengah mengkaji perlakuan terhadap perusahaan yang lebih dari 50% asetnya berbentuk aset digital atau aset non-operasional lainnya.
Konsultasi tersebut mencakup Strategy dan Metaplanet, dua perusahaan publik yang menggunakan bitcoin sebagai bagian utama strategi treasury mereka.
Model DAT berkembang setelah Strategy mulai membeli bitcoin untuk neracanya pada Agustus 2020. Sejak itu, sejumlah perusahaan lain mengadopsi strategi serupa untuk bitcoin, ethereum, solana, dan aset digital lainnya. (JAM)