iForte kembali perpanjang tender offer IBST, siapkan Rp921,9 juta
Rabu, 02 September 2026
JAKARTA – PT iForte Solusi Infotek (iForte) akan kembali memperpanjang periode penawaran tender saham sukarela PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) untuk kedua kalinya mulai Jumat, 4 September 2026, menyusul aksi go private dan delisting Perseroan.
iForte sebelumnya telah merampungkan periode tender offer perdananya pada 6 Juli – 4 Agustus 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan pertama pada 5 Agustus – 4 September 2026.
Manajemen Perseroan mengungkapkan bahwa hingga 1 September 2026, jumlah pemegang saham publik yang telah berpartisipasi dalam VTO mencapai 113 single investor identification (SID), yang mewakili 480.110 lembar saham, atau 73,77% dari saham publik.
Di awal masa VTO, IBST menyasar tender offer atas 650.832 lembar saham yang dimiliki 386 SID. Dengan demikian, masih ada 170.722 lembar saham publik yang harus dibeli iForte dari 273 pihak pemegang saham.
Kini, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) ini akan melangsungkan perpanjangan kedua tender offer sukarela (voluntary tender offer/VTO) mulai 4 September hingga 3 Oktober 2026.
“Iforte mengumumkan perpanjangan kedua masa VTO, dengan syarat, ketentuan, prosedur dan harga penawaran yang sama,” jelas manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (2/9).
iForte sebagai pengendali IBST telah menetapkan harga VTO sebesar Rp5.400 per lembar – 36,28% lebih rendah dari harga penutupan terakhir IBST pada 20 April 2026 di level Rp8.475 per lembar.
Dengan demikian, IBST masih harus menggelontorkan dana Rp921,90 juta untuk merampungkan VTO ini di periode ketiganya.
Aksi go private dan delisting entitas Grup DjarumSeperti yang telah diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, IBST telah mengungkapkan rencana go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2026 lalu, dengan tujuan efisiensi operasional dan pengelolaan aset dalam grup.
iForte tercatat baru rampung mengakuisisi 99,95% saham IBST pada Juli 2024 lalu. Namun, aksi pengalihan kembali saham tak kunjung menunjukkan kemajuan, sehingga porsi masyarakat tetap 0,05%.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, IBST adalah emiten kedua dari Grup Djarum yang merencanakan delisting dan go private setelah anak Grup Protelindo PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).
Alasannya pun serupa, yaitu pertimbangan bahwa SUPR diproyeksikan tidak akan dapat memenuhi ketentuan free float minimum yang ditetapkan BEI.
Pengendali SUPR, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), juga baru saja memperpanjang periode penawaran tender sukarela (VTO) saham SUPR hingga 23 September 2026, masih dengan harga Rp45.000 per lembar saham. (ZH)