Garuda Indonesia teken kerja sama dengan maskapai nasional Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026

image

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah menandatangani Joint Business Framework Agreement dengan maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi, Saudia, untuk mengembangkan konektivitas penerbangan mancanegara.

Perjanjian kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama yang diumumkan pada Juli 2026 lalu.

Setelah penandatanganan kerangka kerja sama ini, kedua maskapai akan memulai proses persetujuan regulator, serta melanjutkan penyusunan perjanjian lainnya yang diperlukan menjelang peluncuran Joint Business pada 2027.

Kemitraan tersebut akan membuka konektivitas Garuda Indonesia dan Saudia melalui koridor-koridor baru yang menghubungkan Indonesia dan Australia dengan Arab Saudi, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pembukaan rute baru dan penerbangan langsung (direct flight) ke destinasi tambahan.

Sebagai catatan, baik Garuda Indonesia maupun Saudia merupakan anggota aliansi maskapai global SkyTeam.

Glenny Kairupan, President Director & CEO Garuda Indonesia, menyambut baik kerja sama ini, yang dinilai akan memperkuat kehadiran dua maskapai tersebut di pasar masing-masing.

“Jaringan domestik dan Australia dari Garuda Indonesia yang luas menyediakan platform yang kuat untuk menghubungkan lebih banyak wilayah Indonesia dengan berbagai pasar internasional utama, sementara jangkauan global Saudia membuka akses yang lebih luas ke Arab Saudi, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika,” jelasnya.

Glenny menyatakan bahwa kerja sama dengan Saudia ini juga akan diikuti dengan penyelarasan perencanaan jaringan, termasuk peluang untuk melakukan co-location terminal.

“Kami ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi para tamu, sekaligus terus meningkatkan pengalaman perjalanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia menuju Arab Saudi,” ujar H.E. Engr. Ibrahim Al-Omar, Director General Saudia Group, dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Rabu (2/9).

Berdasarkan data IDNFinancials.com, hingga kuartal I 2026, Garuda Indonesia masih mencetak kerugian US$47,72 juta, meski menyusut sekitar 46,22% secara tahunan, berkat pendapatan yang tumbuh 5,36% menjadi US$762,35 juta.

PT Danantara Asset Management masih tercatat sebagai pengendali maskapai nasional Indonesia ini, dengan porsi kepemilikan 91,11%, hingga akhir Juli 2026. PT Trans Airways memiliki 1,80% saham, dan sisanya dimiliki oleh investor publik. (ZH)