Pemerintah targetkan swasembada untuk hentikan impor gula putih
Rabu, 02 September 2026
JAKARTA — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, optimistis produksi gula nasional terus meningkat sehingga Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor gula putih.
“Semoga kita tidak perlu mengimpor gula putih,” kata Amran saat melakukan kunjungan kerja ke perkebunan tebu Sugar Group Companies (SGC) di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
Dikutip dari Antara, Amran mengatakan sekitar 86% perkebunan tebu plasma milik petani rakyat perlu diremajakan untuk mengembalikan produktivitas tanaman ke tingkat optimal.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu petani dalam pembukaan lahan dan program peremajaan tanaman tebu.
“Presiden memerintahkan agar kami diberikan anggaran untuk membongkar dan meremajakan perkebunan plasma rakyat ini,” ujar Amran.
Pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian akan mendorong optimalisasi lahan dan peningkatan teknik budidaya.
Kementan juga menetapkan target produktivitas sebesar 100 ton tebu per hektare.
Saat mengunjungi fasilitas SGC, Amran mengapresiasi peran sektor swasta dalam mendukung pembangunan pedesaan dan menjaga stabilitas ekonomi melalui kegiatan pertanian berskala besar.
“Perusahaan seperti SGC berperan penting dengan mempekerjakan sekitar 40.000 pekerja serta berkontribusi langsung terhadap pembangunan pertanian nasional,” ungkap Amran.
Menurutnya, kerja sama erat antara pemerintah pusat, perusahaan gula swasta, dan petani tebu rakyat menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok domestik dan mencapai swasembada gula nasional. (ARF)