Purbaya: Dana di Himbara tak efektif, pemerintah tarik Rp75 triliun
Jumat, 02 Januari 2026

JAKARTA - Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa akan menarik kembali Rp75 triliun dana pemerintah, yang sebelumnya akan ditempatkan di bank milik negara atau Himbara.
Menteri Keuangan,mengatakan dana tersebut akan kembali dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat dan transfer ke pemerintah daerah.
Selain itu, ia menilai penempatan dana ke bank dinilai kurang efektif. “Dana ini akan ditarik dari sistem, tetapi segera dibelanjakan kembali, langsung ke dalam ekonomi. Jadi tidak akan mengganggu jumlah uang yang beredar dan justru akan memiliki efek multiplikatif positif melalui belanja pemerintah,” ujarnya saat menghadiri acara pembukaan perdagangan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1), seperti dikutip businesstimes.com.
Empat bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya pada awal jabatan telah menempatkan Rp276 triliun dana kas pemerintah ke enam bank milik negara, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Penempatan dana itu awalnya bertujuan mendorong penyaluran kredit bank, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menyebut sebagian dana telah ditarik karena dampaknya pada penyaluran kredit tidak seoptimal yang diharapkan, akibat kurangnya sinergi kebijakan dengan BI.
Dalam keterangan terpisah, BI menyatakan pertumbuhan kredit pada 2025 terbilang lesu karena permintaan kredit rendah, jauh di bawah kapasitas penyaluran kredit bank.
Pertumbuhan kredit sepanjang 2025 diperkirakan berada di bawah target tahunan 8–11%, setelah pertumbuhan kredit pada November hanya tumbuh 7,74% secara tahunan.
BI sentral menambahkan, perusahaan cenderung menunggu dan mengandalkan pendanaan internal karena biaya pinjaman yang tetap tinggi.
Mohit Mirpuri, Senior Partner SGMC Capital, menilai langkah pengalihan dana dari bank milik negara ke belanja fiskal seharusnya mendukung pertumbuhan, karena pengeluaran pemerintah biasanya memiliki efek multiplikatif lebih besar, dibanding likuiditas yang menganggur di perbankan.
Menyusul rencana penarikan dana pemerintah dari Himbara, harga saham sejumlah bank milik pemerintah terkoreksi. Harga saham BBRI turun hingga 0,82% pada perdagangan sesi satu hari ini. Sementara harga saham BBNI turun1.83% dan BMRI turun 0,49%. (DK/KR)