Tambang Vale Indonesia terhenti, harga Nikel naik tertinggi 14 bulan
Sabtu, 03 Januari 2026

JAKARTA - Harga nikel melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 14 bulan pada perdagangan Jumat, dipicu oleh penghentian sementara aktivitas penambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akibat tertundanya persetujuan rencana produksi tahunan. Kenaikan harga ini terjadi di tengah upaya Indonesia menata ulang pasokan untuk menopang harga komoditas.
Dikutip dari brecorder.com, London Metal Exchange (LME), kontrak nikel tiga bulan sempat menyentuh US$16.945 per metrik ton, tertinggi sejak Oktober 2024, sebelum bertahan di kisaran US$16.875 per ton. Penguatan ini menandai berlanjutnya pemulihan harga nikel setelah lama tertekan oleh kelebihan pasokan global.
Seperti yang di beritakan IDNFinancials.com sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengungkapkan bahwa keterlambatan izin membuat perusahaan belum dapat menjalankan kegiatan penambangan. Meski demikian, perseroan menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara.
“Perusahaan meyakini keterlambatan ini tidak akan mengganggu keberlanjutan operasional secara keseluruhan dan berharap persetujuan tersebut dapat diterbitkan dalam waktu dekat,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi.
Sentimen pasar juga diperkuat oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang berencana memangkas kuota produksi bijih nikel. Setelah mencatat kenaikan 12,3% sepanjang Desember, harga nikel mendapat dukungan tambahan dari pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia yang menegaskan pemerintah akan menurunkan kuota produksi guna menjaga stabilitas harga.
Dari sisi pasar berjangka, data bursa menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang tinggi, dengan satu entitas menguasai sekitar 30%–40% waran nikel LME. Selain itu, laporan LME mengindikasikan adanya posisi beli besar pada kontrak Januari, setara dengan setidaknya 40% dari total open interest.
Sementara itu, aluminium ikut menguat dengan menembus level psikologis US$3.000 per ton untuk pertama kalinya sejak 2022. Kenaikan ini didorong oleh potensi penutupan smelter Mozal di Mozambik serta pemberlakuan pungutan karbon atas impor aluminium ke Eropa.
Logam dasar lainnya juga mencatatkan pergerakan beragam. Harga tembaga melanjutkan tren positif setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi akhir Desember, sementara harga seng dan timah menguat tipis. Sebaliknya, timbal bergerak melemah terbatas. (DH)